TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Kota Tanjungpinang meningkatkan pendistribusian air bersih ke pemukiman warga terdampak.
Penyaluran air bersih ini sudah meluas di sejumlah wilayah Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah memberikan arahan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Dinas Sosial untuk mengatasi persoalan air di Tanjungpinang.
"Untuk mengatasi persoalan air bersih, Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui BPBD setiap hari sudah mendistribusikan air ke wilayah terdampak," kata Lis, Rabu (4/2/2026).
Langkah ini menjadi upaya pemerintah dalam membantu masyarakat yang mengalami krisis air.
"Satu hari truk BPBD bisa melayani masyarakat berulang kali, bisa mencapai empat trip," ujarnya.
Sejauh ini, kata Lis, pemerintah lebih mengedepankan bantuan air bersih pada masyarakat ekonomi menengah ke bawah.
"Untuk saat ini kita melayani masyarakat yang mengalami kekeringan ekstrem terlebih dahulu. Jika masyarakat berkategori cukup, maka silakan pesan mandiri saja dulu," pesan Lis.
Adapun daerah yang diprioritaskan mendapat bantuan air bersih ini yakni Kampung Busung, Senggarang, Kampung Melayu, dan Tanjung Unggat.
"Bagi masyarakat yang terdampak, bisa langsung menghubungi petugas BPBD Tanjungpinang," kata Lis.
Terbaru, BPBD menyalurkan bantuan di Perumahan Pinangmas Residence dan beberapa lokasi lain.
Korlap BPBD Tanjungpinang, Jarot Endratno mengatakan, khusus di Pinangmas Residence BPBD menyalurkan ribuan liter air.
"Kami kerahkan 2 mobil lori air sebanyak 5.000 liter dan mobil L300 sebanyak 4.000 liter dengan total 9.000 liter air bersih," katanya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tetap hemat air bersih selama musim kemarau.
"Gunakan air seperlunya saja. Semoga hujan cepat turun kembali," katanya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bintan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga sudah mulai mendistribusikan air bersih ke rumah-rumah warga.
Pemukiman yang diberikan bantuan adalah lokasi yang benar-benar berdampak krisis air bersih.
Penyaluran air bersih di Bintan menyasar masyarakat di 4 RT, RW 006, Kampung Bina Desa, Km. 17, Kijang, Kecamatan Bintan Timur.
Di sana, setidaknya terdapat 400 Kepala Keluarga (KK) dengan total lebih dari 800 jiwa mendapatkan air bersih.
Secara keseluruhan, masyarakat Bina Desa mengalami dampak kekeringan akibat kemarau yang melanda satu bulan belakangan.
Penyaluran ini pun merupakan yang ketiga kalinya, dan akan terus dilakukan secara berkala hingga musim kemarau berakhir.
Ketua PMI Bintan Hafizha Rahmadhani yang turut meninjau di lapangan, menyampaikan kegiatan ini adalah upaya penanganan dampak kekeringan serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Air bersih disalurkan menggunakan armada tangki air guna memastikan distribusi berjalan lancar dan kebutuhan warga terpenuhi.
“Untuk Kampung Bina Desa Km. 17, penyaluran air bersih akan kami lanjutkan apabila kemarau masih berlanjut," katanya.
Setiap penyaluran biasa dibagi untuk 2 sampai 3 hari.
Nah, untuk wilayah lain, PMI bersama BPBD menunggu laporan dari masyarakat maupun Pemerintah setempat, Camat, Lurah, Kades, dan RT/RW.
"Apabila kesulitan air bersih, segera laporkan dan kami siap merespons dengan cepat,” ujarnya.
PMI Bintan akan terus berkoordinasi dan bersinergi dengan lintas sektor unuk memastikan kondisi terkini di tengah musim kemarau yang cukup berkepanjangan.
Ia meminta kepada seluruh personel agar senantiasa menjaga kesehatan dan selalu mengutamakan keselamatan.
"Kita terus berkolaborasi dengan lintas sektor, belum lagi terkait karhutla dan lain-lain. Doa kita bersama, seluruh personel baik dari PMI maupun yang lain, senantiasa sehat dan selamat dalam setiap tugas. Kita juga berdoa semoga kondisi ini segera berakhir dan semuanya bisa kembali normal" jelas Hafizha.
Ketua PMI Bintan itu juga sempat berdialog dengan warga, guna menyerap aspirasi secara langsung terkait kondisi di lapangan.
Warga setempat juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan.
Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kabupaten Bintan dan PMI menegaskan komitmen untuk terus bersinergi dalam penanggulangan bencana dan penanganan dampak kekeringan demi menjaga keselamatan, keberlangsungan serta kesejahteraan masyarakat. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)