TRIBUNKALTIM.CO – Persoalan sampah di destinasi wisata, khususnya pantai Bali, kembali menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto menyinggung kondisi yang dinilai kotor dan tidak terawat.
Menindaklanjuti hal tersebut, Kementerian Pariwisata berencana menggandeng lintas kementerian, pemerintah daerah, serta aparat TNI dan Polri untuk melakukan aksi bersih-bersih di berbagai lokasi wisata.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menjelaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari program nasional Gerakan Indonesia Asri, yang baru saja diluncurkan Presiden sebagai agenda prioritas.
Baca juga: Diberi Nilai 50 dari 100 oleh Anggota DPR RI, Begini Reaksi Menteri Pariwisata Widiyanti
Gerakan ini bertujuan menciptakan lingkungan wisata yang bersih, tertata, dan nyaman bagi wisatawan.
“Ya, baik. Jadi, Pak Prabowo kan sudah me-launching Gerakan Indonesia Asri. Jadi, dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pariwisata nanti berkolaborasi dengan pemda dan juga TNI-Polri kemarin juga ya kita sampaikan untuk berkoordinasi, berkolaborasi membersihkan destinasi, bukan hanya di Bali, tapi di destinasi lain juga,” kata Widiyanti, usai rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI, Rabu (4/1/2026).
Widiyanti menambahkan bahwa Kementerian Pariwisata sebenarnya telah menjalankan Gerakan Wisata Bersih sejak tahun lalu.
Namun, program tersebut kini diperkuat dan masuk dalam agenda prioritas Presiden.
“Tahun lalu kami sudah ada Gerakan Wisata Bersih. Nah, ini sekarang menjadi program baru Pak Presiden, program prioritas yang harus dilakukan secepat-cepatnya,” jelasnya.
Baca juga: Respons Menpar Widiyanti Putri soal Isu Mandi Air Galon hingga Kemampuan Bahasa Inggris
Sebelumnya, dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah (2/2/2026), Presiden Prabowo secara terbuka mengkritik kondisi pantai Bali yang masih dipenuhi sampah.
Ia menilai kepala daerah seharusnya mampu menggerakkan masyarakat, termasuk pelajar, untuk bergotong royong membersihkan pantai secara rutin.
“Entah hari Sabtu, Jumat, semua anak sekolah kumpul di pantai ini, ayo kita bersihkan ramai-ramai,” tegasnya.
Prabowo bahkan menyatakan siap melibatkan aparat TNI dan Polri jika pemerintah daerah tidak mampu mengambil langkah konkret.
Ia mencontohkan perintah korve—istilah militer untuk kerja bakti—yang bisa dilakukan setiap hari atau beberapa kali dalam sepekan.
“Apa salahnya, kalau bupati dan gubernur tidak bisa saya perintah, dandim, danrem, saya perintahkan kau gerakkan anak buahmu. Korve tiap hari, atau beberapa hari, korve, korve, korve. Kepolisian gerakkan korve, korve, korve,” seru Prabowo, yang disambut teriakan “siap”.
Baca juga: Rekam Jejak Menpar Widiyanti Putri, Viral Minta Mandi Pakai Air Galon saat Kunjungan ke Pelosok
Kritik ini juga diperkuat dengan keluhan seorang jenderal asal Korea Selatan yang menyebut Bali kini terlihat kotor dan tidak menarik.
Menurut Prabowo, kondisi tersebut harus menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah, mengingat pariwisata merupakan salah satu sektor utama penyerap tenaga kerja di Indonesia.
“Apakah turis mau datang melihat sampah? Indonesia indah, tapi kalau kumuh, siapa yang mau datang?” ujarnya.
Prabowo juga mengungkapkan keluhan yang ia terima dari seorang jenderal asal Korea Selatan terkait kondisi Bali yang dinilai semakin kotor dan tidak seindah sebelumnya.
“Saya di Korea ketemu tokoh-tokoh, menteri-menteri, jenderal-jenderal, kadang-kadang ya tentara di manapun, dia enggak pakai basa-basi, bicaranya apa adanya. Dia ngomong ke saya,” kata Prabowo.
“Dia bilang, ‘Your Excellency, I just came from Bali, oh Bali so dirty now, Bali not nice’. Bah, saya tapi terima itu sebagai koreksi. Ini harus kita atasi bersama,” imbuh dia. (*)