Jatim Terpopuler: Pasutri Tega Telantarkan Bayinya - Daftar Haji Bawa 13 Kaleng Biskuit Isi Uang
February 05, 2026 07:14 AM

 

Terakhir ada tawuran antar SMP.

Berikut selengkapnya:

Pasutri buang anak

Penemuan bayi laki-laki di sebuah warung gorengan di Desa Kandangan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengejutkan warga setempat, Rabu (4/1/2026).

Bayi tersebut ditemukan dalam keadaan hidup, terawat, dan tidak mengalami gangguan kesehatan serius.

Bayi itu berada di bawah meja warung dengan kondisi terbungkus selimut berwarna biru.

Ia masih mengenakan pakaian lengkap serta kaos kaki.

Baca juga: Oknum Nakes PPPK Lumajang yang Selundupkan Pil Koplo ke Lapas, Polisi Dalami Asal-usul Barang Bukti

Kronologi: Tangisan Misterius di Balik Meja Gorengan

Di sekitar lokasi, warga menemukan popok bayi dan kain kasa, yang mengindikasikan bahwa bayi tersebut baru saja dilahirkan dan sengaja ditinggalkan.

Peristiwa ini diketahui saat pemilik warung hendak memulai aktivitas berjualan.

Dari arah bawah meja, terdengar suara tangisan yang tidak biasa. Ketika dicek, ia mendapati seorang bayi laki-laki tergeletak di sana.

Meski dalam kondisi sehat, bayi tersebut sempat mengalami kedinginan karena berada di luar ruangan dalam waktu cukup lama, diperkirakan hampir dua hari sebelum ditemukan.

Kasie PIDM Sihumas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, membenarkan adanya kejadian tersebut dan menyatakan bahwa aparat kepolisian langsung melakukan penanganan serta penyelidikan lanjutan.

“Alhamdulillah, kondisinya sehat dan selamat. Saat ini sedang dalam perawatan intensif pihak medis,” ungkap Suprapto
.
Ia menambahkan, bayi itu pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang melintas di lokasi setelah mendengar tangisan. Laporan warga kemudian ditindaklanjuti oleh perangkat desa dan kepolisian.

==> Baca selengkapnya

Daftar haji bawa 13 kaleng biskuit berisi uang

Kedatangan Moh Nasrudin (45) bersama istrinya ke Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Tuban menyita perhatian publik.

Pasalnya, pasangan suami istri asal Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban itu mendaftar haji dengan membawa 13 kaleng biskuit berisi uang koin pecahan Rp1.000, Rabu (4/2/2026).

Uang receh tersebut merupakan hasil jerih payah Nasrudin dan istrinya menabung sedikit demi sedikit selama kurang lebih 11 tahun.

Total tabungan itu diperkirakan mencapai hampir Rp55 juta, bahkan mendekati Rp60 juta.

Nasrudin datang ke BSI KCP Tuban sekitar pukul 08.00 WIB dan menjadi nasabah pertama yang mengambil antrean hari ini.

Baca juga: Sri Bawa 4 Jeriken Uang Koin Rp1.000 untuk Beli Mobil Rp80 Juta, Ucapan Iseng Jadi Kenyataan

Angkut Kaleng Isi Uang Koin Pakai Mobil Pikap

Selain dengan istri, ia juga didampingi saudaranya dengan menggunakan mobil pikap untuk mengangkut uang koin tersebut.

Sesampainya di lokasi, Nasrudin disambut oleh petugas keamanan bank yang kemudian membantu menurunkan kaleng-kaleng berisi koin.

Para karyawan BSI pun langsung sigap membantu proses penghitungan uang, yang memakan waktu hingga berjam-jam.

“Hari ini kami punya niat dan ikhtiar untuk bisa mendaftar haji dari hasil uang koin yang kami kumpulkan sedikit demi sedikit. Semoga ini bisa menjadi inspirasi bagi warga yang lain,” ujar Nasrudin.

UANG KOIN - Sejumlah karyawan BSI KCP Tuban menghitung uang koin pecahan Rp1.000 yang dibawa pasangan suami istri asal Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Rabu (4/2/2026). Uang koin yang disimpan dalam kaleng biskuit itu merupakan hasil tabungan selama 11 tahun dan digunakan untuk mendaftar ibadah haji.
UANG KOIN - Sejumlah karyawan BSI KCP Tuban menghitung uang koin pecahan Rp1.000 yang dibawa pasangan suami istri asal Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Rabu (4/2/2026). Uang koin yang disimpan dalam kaleng biskuit itu merupakan hasil tabungan selama 11 tahun dan digunakan untuk mendaftar ibadah haji. (TribunJatim.com/Muhammad Nurkholis)

Baca juga: Beli Motor Rp20 Juta, Ayah Bawa 4 Karung Uang Koin Hasil Anaknya Nabung selama 5 Tahun

Motif Nabung Uang Koin Rp1.000

Saat ditanya apa yang melatarbelakanginya hingga gigih menabung uang receh untuk daftar haji, pria yang sehari-hari bekerja di pasar tersebut mengungkapkan, kebiasaan menabung koin tersebut bermula dari pengalaman sederhana saat menemukan uang Rp1.000 di jalan. 

Dari situ muncul keyakinan uang receh jika dikumpulkan setiap hari, lama-kelamaan akan terkumpul banyak.

“Nabungnya kurang lebih 11 tahun 35 hari. Prosesnya memang panjang,” imbuhnya

Dengan terwujudnya impian bisa daftar haji, ia berharap pengalamannya ini, bisa jadi semangat dan contoh bagi orang lain. 

"Dengan menabung dari penghasilan sehari-hari, sedikit demi sedikit, insyaallah bisa tercapai,” pungkasnya.

DAFTAR HAJI - Sejumlah karyawan BSI KCP Tuban menghitung uang koin pecahan Rp1.000 yang dibawa pasangan suami istri asal Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Rabu (4/2/2026). Pasutri tersebut mendaftar haji dengan menggunakan uang koin hasil menabung selama 11 tahun. (TribunJatim.com/Muhammad Nurkholis)

Baca juga: 1 Keluarga Kumpulkan Uang Koin Rp 70 Juta Hasil Nabung 8 Tahun, Disimpan di Tong, Yudi: Nambah Modal

Pihak Bank: Amazing

Sementara itu, Branch Manager BSI KCP Tuban, Riyanto, mengaku kedatangan Nasrudin cukup di luar dugaan. 

==> Baca selengkapnya

Tawuran dua kelompok pelajar SMP

Polsek Karanggeneng  mengamankan belasan pelajar yang melakukan aksi tawuran antar dua kelompok pelajar setingkat sekolah menengah pertama (SMP) yang berbeda.

Peristiwa yang melibatkan 19 pelajar dan mengakibatkan dua pelajar terluka tersebut  terjadi di jalan raya Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan Selasa sore, (3/2/2026) pukul 16.00 WIB

 "Kita bubarkan dan ada belasan pelajar yang diamankan untuk dilakukan pembinaan," kata Kapolsek Karanggeneng Iptu Sofian Ali, Rabu (4/2/2026).

Baca juga: Presiden Prabowo Beri Bantuan 200 Becak Listrik di Lamongan, Bupati Berpesan Agar Tak Dijual

Tindakan Tegas dan Penanganan Unit PPA

Pihaknya bertindak cepat dan berhasil menghalau dua kelompok pelajar yang tengah baku hantam. Sikap tegas  anggota Polsek Karanggeneng untuk mencegah meluasnya aksi kekerasan serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

"Di TKP petugas berhasil membubarkan dan mengamankan dua kelompok pelajar tingkat pertama yang diduga melakukan tawuran," tambahnya.

Disebutkan ada 19 pelajar berhasil diamankan dari lokasi untuk menghindari terjadinya korban lebih lanjut.

Selanjutnya, 19 pelajar yang diamankan tersebut diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lamongan guna dilakukan penanganan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Para pelajar intensif dimintai keterangan di Unit PPA hingga Rabu (4/2/2026) pagi ini.

Diantara 19 pelajar tersebut sebagian ada yang sudah dipulangkan dengan melibatkan orang tua masing-masing, dan ada yang masih dalam pemeriksaan.

Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid,  menjelaskan bahwa saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan untuk mengetahui motif dan latar belakang terjadinya dugaan tawuran antar pelajar tersebut.

“Penanganan perkara sepenuhnya ditangani oleh Unit PPA Polres Lamongan dengan mengedepankan pendekatan perlindungan anak.” jelasnya.

Baca juga: Banjir Tahunan Dinilai Minim Solusi, PMII Lamongan Gelar Demo ke DPRD

Ditanya dua pelajar yang terluka karena terlibat baku hantam antar kelompok pelajar, Hamzaid memastikan hanya mengalami luka ringan dan tidak sampai memerlukan perawatan.

"Ada dua yang terluka, tapi ringan," kata Hamzaid tanpa menyebut luka yang diderita kedua korban.

Saat ini masih tersisa empat pelajar yang dilakukan pemeriksaan mendalam.

Dua diantaranya terduga pelaku penganiayaan. "Yang dua pelajar lainnya masih pendalaman," katanya.

==> Baca selengkapnya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.