TRIBUNPRIANGAN.COM, GARUT – Nasib pilu menimpa Siti Nur Rahayu, atlet rugby putri asal Kabupaten Garut yang pernah mengharumkan nama daerah pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024.
Peraih medali tersebut kini harus terbaring tak berdaya akibat penyakit serius pecah pada bagian usus yang dideritanya selama lebih dari dua bulan terakhir. Kondisinya kian memprihatinkan karena Siti membutuhkan tindakan operasi, namun terkendala biaya besar dan tidak memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan.
Siti mengaku selama ini hanya bisa menahan rasa sakit karena keterbatasan ekonomi keluarga. Operasi yang dibutuhkan disebut memerlukan biaya tidak sedikit, sementara keluarganya harus berjuang sendiri tanpa bantuan.
“Untuk operasi besar pasti butuh biaya banyak. Keluarga benar-benar tidak sanggup,” ujar Siti dengan suara bergetar sambil menangis.
Ia mengungkapkan rasa sedih dan kecewa karena merasa kurang mendapat perhatian, padahal dirinya pernah berjuang membela Kabupaten Garut sebagai atlet dan menyumbangkan prestasi di tingkat nasional.
Tak jauh dari tempat Siti berbaring terlihat identitas id card Siti saat membela Kabupaten Garut di PON 2024.
Kondisi tersebut membuat orang tua Siti semakin bingung dan terpukul. Dengan keterbatasan ekonomi, mereka kesulitan mencari biaya pengobatan, sementara kondisi kesehatan anaknya terus menurun.
Kisah Siti Nur Rahayu menjadi potret keprihatinan dunia olahraga daerah, di mana perhatian terhadap atlet berprestasi dinilai masih kurang, terutama ketika mereka menghadapi masalah kesehatan dan kehidupan setelah masa bertanding.
Keluarga berharap adanya uluran tangan dan perhatian dari berbagai pihak agar Siti dapat segera menjalani operasi dan mendapatkan perawatan yang layak.(*)