Air Berwarna Cokelat Rendam Cempaka Banjarbaru, Siswa Madrasah Terpaksa Dipulangkan
February 05, 2026 09:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Hujan deras dengan durasi lama di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan, termasuk Kota Banjarbaru, menyebabkan banjir di Kecamatan Cempaka, Rabu (4/2/2026).

Salah satu lokasi terparah yaki kawasan permukiman warga di Kertak Baru RT 24 Kelurahan Cempaka, yang terletak dekat dengan sungai.

Rabu siang, banjir merendam jalan, pekarangan hingga masuk ke rumah. Air luapan sungai berwarna cokelat dan mengalir deras. Tidak peduli, sejumlah anak asyik bermain air di sekitar jalan.

Fadli, warga RT 24, mengatakan air sungai meluap ke permukiman sekitar pukul 06.00 Wita saat hujan. Meski sempat tinggi, semakin siang dan saat hujan reda, genangan berangsur surut.

 “Tadi pagi air sampai ke pelataran rumah saya. Ini sudah surut sekitar 30 sentimeter,” katanya.

Baca juga: Waspada, Kalsel Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Banjir Rob Pekan Ini

Camat Cempaka, Hendrawan Maulana, mengatakan khusus di Kelurahan Cempaka genangan terjadi di sejumlah RT dengan ketinggian air berbeda-beda. 

“Paling tinggi sekitar 30 sentimeter. Ada juga berakibat ke sekolah,” katanya.

Kendati banjir, ia menyebut sebagian masyarakat terdampak masih dapat beraktivitas seperti biasa.

Selain merendam permukiman, banjir di Cempaka  sempat merendam sebuah sekolah. Kompleks Yayasan Miftahul Khairiyah, yang di dalamnya ada Madrasah Tsanwaiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA), terdampak.

Sekolah di Jalan Mistar Cokrokusumo ini terpaksa meniadakan aktivitas belajar-mengajar.

Seorang guru, Mahmudi, mengatakan air mulai naik dan menggenangi sekolah sekitar pukul 07.00 Wita sebelum pembelajaran dimulai.

Sebagian siswa yang telah datang dipulangkan karena halaman dan ruang kelas terendam sehingga proses belajar mengajar tidak memungkinkan.

“Diinformasikan di grup wali siswa untuk menjemput anaknya yang sudah diantar ke sekolah,” kata Mahmudi.

Ketinggian air di dalam kelas sempat mencapai sekitar 15 sentimeter, namun berangsur-angsur surut saat hujan reda.

Baca juga: Kondisi Terkini Banjir di Kabupaten Banjar, 11 Desa di Dua Kecamatan Masih Terdampak

Mahmudi menyebut pada Kamis (5/2) jika air surut, siswa diarahkan untuk kerja bakti membersihkan sekolah 1-2 jam sebelum memulai kembali aktivitas belajar secara normal.

Mahmud menyebut banjir hampir setiap tahun terjadi di sekolah mereka dan yang paling parah pada 2023.

 “Memang tiap tahun langganan. Yang parah itu di 2023, hampir sepinggang,” sebutnya. (riz)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.