Ustaz Deni Viral Ngajar Ngaji Tanpa Pungut Biaya, Dedi Mulyadi Angkat Jadi Pegawai di Gedung Sate
February 05, 2026 07:38 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Sebuah video sederhana yang merekam ketulusan seorang guru ngaji di Ciparay, Kabupaten Bandung, menjelma menjadi sorotan publik nasional.

Sosok itu adalah Ustaz Deni Firmansyah, seorang pengajar mengaji yang tetap mendampingi puluhan anak tanpa memungut biaya, meski hidupnya sendiri berada dalam himpitan ekonomi.

Perhatian publik tersebut akhirnya mengantarkan Ustaz Deni ke hadapan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Keduanya bertemu di kediaman Dedi, Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, pada Rabu (4/2/2026) sebuah pertemuan yang membuka tabir kisah di balik video viral tersebut.

Baca juga: Kisah MUA Lombok Deni Apriadi yang Mencari Perlindungan di Balik Jilbab, Mengaku Hindari Pelecehan

Video Viral dan Cerita yang Menyentuh Nurani

Ustaz Deni menjadi perbincangan luas setelah beredar video yang memperlihatkan dirinya mengajar mengaji puluhan anak secara cuma-cuma.

Dalam narasi video itu, disebutkan bahwa ia belum makan dan bahkan terusir dari rumah kontrakannya lantaran tidak memiliki uang untuk membayar sewa.

Kepada Dedi Mulyadi, Ustaz Deni akhirnya menjelaskan kondisi sebenarnya saat video tersebut direkam.

Ia tidak menampik bahwa saat itu dirinya berada di titik paling sulit dalam hidupnya.

"Karena memang waktu di hari itu saya nggak ada uang untuk beli beras, beli pangan buat makan.

Jadi viralnya yang menjadi besar kayak saya itu nggak makan sehari-hari," katanya dikutip dari akun Instagram @dedimulyadi71 dan dikonfirmasi ulang Kompas.com, Rabu.

Pengakuan tersebut menegaskan bahwa kesederhanaan yang tampak di layar bukanlah drama, melainkan potret nyata perjuangan hidup.

GEBRAKAN DEDI MULYADI - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
GEBRAKAN DEDI MULYADI - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengangkat Ustaz Deni sebagai tenaga kebersihan di lingkungan Gedung Sate mulai 1 Maret 2026 agar memiliki penghasilan tetap, dengan harapan kondisi ekonominya pulih dan ia bisa bekerja secara profesional. (Instagram)

Bangkrut, Terlilit Utang, Namun Tak Menyerah Mengabdi

Sebelum sepenuhnya fokus mengajar mengaji, Ustaz Deni sempat mencoba mengubah nasib dengan membuka usaha makanan ringan basreng (baso goreng).

Namun, usaha itu justru berakhir pahit. Ia bangkrut dan harus menanggung utang hingga puluhan juta rupiah.

Meski demikian, keterbatasan ekonomi tidak mematahkan niatnya untuk terus mengajar anak-anak.

Ia tetap mengabdikan diri secara sukarela. 

Sesekali memang ada santri yang memberikan uang infak, tetapi di dalam hatinya, Ustaz Deni menyimpan cita-cita besar.

"Cuma sekarang saya mau program gratisin," kata Ustaz Deni.

Keinginannya jelas: pendidikan agama harus tetap bisa diakses, bahkan oleh mereka yang tidak mampu.

Baca juga: Dedi Mulyadi Geleng Kepala, Beri Uang untuk Usaha, Suderajat Penjual Es Gabus Malah Mau Bikin Pesta

Menahan Lapar, Menyimpan Cerita Sendiri

Di tengah kesulitan yang menghimpit, Ustaz Deni memilih memendam kisahnya sendiri. Ia mengaku sengaja tidak bercerita kepada tetangga sekitar.

Bukan karena tidak ada yang peduli, melainkan karena ia merasa sungkan dan tidak ingin merepotkan orang lain.

"Tetangga baik. Berusaha ikhtiar dulu, gak ngomong dulu. Memang saya tertutup kalau urusan privasi," ucapnya.

Sikap itu memperlihatkan betapa ia memilih menjaga harga diri, sembari terus berikhtiar dengan caranya sendiri.

Langkah Nyata Gubernur Jawa Barat

Mendengar kisah tersebut secara langsung, Gubernur Dedi Mulyadi tidak tinggal diam.

Ia mengambil langkah konkret dengan mengangkat Ustaz Deni sebagai tenaga kebersihan di lingkungan Gedung Sate, Kota Bandung.

Keputusan ini tidak hanya didasarkan pada empati, tetapi juga mempertimbangkan keterampilan teknis Ustaz Deni di bidang pertukangan.

"Saya sudah bertemu, Pak Ustadznya mau umroh dulu. Terhitung 1 Maret 2026, nanti kerja sebagai tenaga kebersihan di lingkungan Gedung Sate," ujar Dedi.

Harapan Baru Mulai 1 Maret 2026

Dengan pekerjaan tetap tersebut, Dedi berharap kondisi ekonomi Ustaz Deni dapat segera membaik.

Ia pun menitipkan pesan agar amanah yang diberikan dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme.

"Nanti kan bantu-bantu pekerjaan di Gedung Sate ya. Bergaji tiap bulan. (Harus) Jujur dan kerjanya profesional," pungkas Dedi.

Bagi Ustaz Deni, keputusan ini bukan sekadar soal pekerjaan, melainkan titik balik kehidupan harapan baru setelah perjalanan panjang penuh kesunyian, ketulusan, dan pengabdian tanpa pamrih.

***

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.