Hampir Dua Pekan Jembatan di Desa Menawan Kudus Ambrol, Warga Gunakan Jembatan Darurat dari Bambu
February 05, 2026 10:54 AM

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Sudah hampir dua pekan jembatan yang ada di Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, terputus. Untuk sementara, warga memanfaatkan jembatan darurat dari bambu yang dibuat secara swadaya.

Camat Gebog Fariq Mustofa mengatakan, pondasi jembatan retak dan tergerus aliran sungai. Lama kelamaan, jembatan yang memiliki panjang sekitar 16 meter dengan lebar sekitar 4 meter tersebut pun akhirnya ambrol.

“Semula itu retak, dan lama kelamaan tergerus dan gerowongnya semakin lebar dan terputus,” kata Fariq saat dihubungi, Kamis (5/2/2026).

Baca juga: Jalan Berlubang Penghubung Jepara-Kudus Dikeluhkan Masyarakat, Korban Kecelakaan Berjatuhan

Fariq mengatakan, putusnya jembatan ini kontan membuat aktivitas warga terganggu. Mereka harus memutar lebih dari 1 kilometer untuk melintasi jembatan alternatif lainnya. Untuk itu, katanya, sementara warga membuat jembatan darurat dari bambu di sebelah jembatan yang ambrol.

20260204_JEMBATAN DARURAT
JEMBATAN DARURAT - Warga melintas di jembatan darurat yang terbuat dari bambu di Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Rabu (4/2/2026). (Dok. Diskominfo Kudus)

“Namun untuk sementara warga sudah membuat jembatan darurat dengan panjang sekitar 25 meter dengan lebar sekitar 1,5 meter,” kata Fariq.

Untuk jembatan darurat tersebut hanya bisa dilewati pejalan kaki atau sepeda motor. Untuk sepeda motor harus bergantian dengan pengendara yang datang dari arah berlawanan.

“Kalau melintas memang harus bergantian, satu-satu,” kata dia.

Kondisi jembatan yang ambrol ini sudah ditinjau langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris pada Rabu 4 Februari 2026. Peninjauan itu dilakukan untuk melihat kondisi terkini sekaligus memastikan akses mobilitas masyarakat yang terdampak, khususnya warga yang berangkat kerja dan anak yang berangkat ke sekolah.

Dalam hal ini, kata Sam’ani, pihaknya akan segera menindaklanjuti ambrolnya jembatan tersebut dengan penanganan cepat. Dalam kesempatan itu, Sam’ani juga langsung memerintahkan Kepala Dinas PUPR yang saat itu juga ikut meninjau jembatan ambrol untuk melakukan penanganan.

“Penanganan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan aspek teknis, keamanan, serta kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan di wilayah Kabupaten Kudus,” kata dia.

Sam’ani berterima kasih kepada warga, pemerintah desa, serta aparat TNI dan Polri yang terlibat dalam upaya pembangunan jembatan darurat dari bambu tersebut. Dia juga meminta warga untuk bersabar mengingat upaya pembangunan kembali jembatan yang ambrol membutuhkan waktu dan perencanaan yang tepat. (goz)

Baca juga: Perjalanan Marijah Antarkan 2 Cicit Berobat Terhambat, Longsor Tutup Akses Jalan Desa Rahtawu Kudus

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.