Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz
TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di wilayah Parigi Utara hingga Kecamatan Siniu.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong, Mohammad Rivai, mengatakan pihaknya tengah mengupayakan dukungan penanganan melalui jalur pusat.
BPBD Parigi Moutong saat ini mengupayakan pemadaman api mengunakan water bombing maupun Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).
Water bombing merupakan metode pemadaman dari udara menggunakan helikopter dengan menjatuhkan air ke titik api, terutama di lokasi yang sulit dijangkau petugas.
Sementara TMC adalah teknik rekayasa cuaca dengan cara menaburkan bahan tertentu ke awan agar awan tersebut mempercepat atau memperbesar peluang hujan turun.
Baca juga: Bupati Parimo Erwin Burase: Banyaknya PPPK Pengaruhi Penundaan Program Daerah
"Untuk Water Bombing dan TMC sedang kami upayakan ke BNPB dan BMKG,” ujar Mohammad Rivai, Rabu (4/2/2026) malam.
Ia menjelaskan, BPBD juga telah meminta tambahan kekuatan personel pemadam dari berbagai pihak guna mempercepat pengendalian api di lapangan.
Rivai menyebutkan, pada Rabu sore BPBD telah berkoordinasi dengan Tim Manggala Agni untuk kembali menurunkan personel ke lokasi kebakaran.
“Tadi sore kami sudah minta Tim Manggala Agni untuk bantu turunkan tim lagi ke lokasi dan langsung mereka turunkan malam ini,” katanya.
Selain personel, BPBD Parigi Moutong juga mendatangkan bantuan sarana pendukung untuk suplai air bagi petugas pemadam kebakaran.
“Kami juga sudah datangkan dua unit mobil tangki air bantuan dari Balai Penataan Bangunan untuk mensuplai air bagi Damkar,” jelas Rivai.
Ia menambahkan, keterbatasan air di lokasi kebakaran menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman.
Baca juga: Karhutla Parimo 62 Hektare Lahan Diperkirakan Terbakar, Pemadaman Terus Berlanjut
BPBD juga mengupayakan tambahan bantuan personel dari berbagai unsur guna memperkuat tim di lapangan.
“Bantuan tambahan personel juga kami minta dari Tagana maupun dari TNI dan Polri,” ungkapnya.
Tak hanya itu, BPBD Parigi Moutong turut mengajukan permohonan bantuan peralatan pemadam kebakaran ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Termasuk kami upayakan bantuan alat pemadam dari BNPB,” kata Rivai.
Saat ini, upaya pemadaman masih dilakukan secara manual oleh petugas gabungan bersama masyarakat setempat di sejumlah titik kebakaran.
BPBD Parigi Moutong berharap dukungan water bombing maupun TMC dapat segera terealisasi guna mempercepat pengendalian karhutla yang terus meluas akibat cuaca panas dan angin kencang. (*)