Sosok Prof Ciek Julyati Hisyam, Diskakmat Ketua Angkatan di UGM Soroti Meterai Hijau Ijazah Jokowi
February 05, 2026 01:03 PM

 

BANGKAPOS.COM – Prof Ciek Julyati Hisyam, Sosiolog Hukum Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menyoroti meterai Rp100 berwarna hijau pada ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Dalam hal ini, Ciek menyoroti perbedaan meterai pada ijazah Jokowi yang menggunakan materai Rp100 dan berwarna hijau dibandingkan ijazah almarhum Bambang Rudy Harto, alumni Fakultas Kehutanan (UGM).

Diketahui, Jokowi dan Bambang sama-sama lulusan Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 1985, tetapi berbeda bulan.

Ciek menyebut, pada ijazah Bambang menggunakan meterai Rp500 dan berwarna merah, sedangkan Jokowi menggunakan meterai Rp100 yang berwarna hijau.

Baca juga: Sepak Terjang dan Sosok Rizal Fadillah Petinggi Bea Cukai di-OTT KPK, Baru 8 Hari Dilantik Purbaya 

Hal tersebut menjadi alasan Ciek Julyati Hisyam yang kini memperdebatkan meterai warna hijau di ijazah Jokowi.

Guru Besar UNJ itu menjelaskan Undang-Undang Tahun 1985 menyatakan bahwa sebuah ijazah tidak perlu memakai meterai.

Namun, lanjut Ciek, lantaran aturan tersebut berlaku pada 1986, maka pada 1985 masih dipergunakan meterai di ijazah.

POLEMIK IJAZAH JOKOWI-- Kasus dugaan ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi terus bergulir.Majelis KIP menegaskan bahwa salinan ijazah Jokowi yang digunakan dalam pencalonan presiden tahun 2014 dan 2019 termasuk kategori informasi publik yang dapat diakses.
POLEMIK IJAZAH JOKOWI-- Kasus dugaan ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi terus bergulir. Majelis KIP menegaskan bahwa salinan ijazah Jokowi yang digunakan dalam pencalonan presiden tahun 2014 dan 2019 termasuk kategori informasi publik yang dapat diakses. (kolase/Istimewa/TribunSolo.com)

Meski demikian, meterai yang digunakan seharusnya meterai yang memiliki harga tertinggi.

"Artinya kalau misalnya dulu ada (metera) Rp6000 dan Rp10.000, maka ijazah itu harusnya (menggunakan) Rp10.000. Nah, tapi kalau waktu sebelum Undang-Undang tahun 1985 keluar, itu ada yang Rp100 dan yang Rp500. Tentu yang Rp500 itu adalah yang tertinggi," kata Ciek, dikutip dari tayangan YouTube Official iNews, Selasa (3/2/2026).

Rekam Jejak dan Sosok Prof Ciek Julyati Hisyam

Ciek Julyati Hisyam adalah dosen sekaligus guru besar di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), yang berlokasi di Rawamangun, Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Ia mengajar di bidang kriminologi, sosiologi perilaku menyimpang, dan sosiologi hukum.

Menurut buku Sistem Sosial Budaya Indonesia, Ciek Julyati Hisyam lahir di Jakarta pada 12 April 1962.

Baca juga: Harga Lima HP Samsung Rp4 Jutaan Februari 2026, Fitur dan Speknya Worth It Dibeli

Ia menempuh pendidikan S-1 di Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial IKIP Jakarta dan lulus pada Juli 1986.

Pada tahun 2000, ia menyelesaikan pendidikan S-2 di Program Pascasarjana IPWI dengan konsentrasi Keuangan.

Ia juga memiliki gelar S-2 dari Program Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) pada bidang Kriminologi, yang ia raih dengan predikat cum laude pada 2005. Kemudian, pada 2011, Ciek meraih gelar doktor (S-3) dalam bidang Sosiologi dari UI.

Ciek telah menjadi dosen tetap di UNJ sejak 1987.

Pada Juni 2025, ia resmi dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang Ilmu Sosiologi Perilaku Menyimpang. 

Nama akademis lengkapnya adalah Prof. Dr. Hj. Ciek Julyati Hisyam, M.M., M.Si.

Sebagai akademisi, ia juga aktif melakukan penelitian.

Beberapa judul penelitiannya antara lain Pengembangan Model Pendidikan Karakter dalam Upaya Peningkatan Kualitas Pendidikan Masyarakat Kepulauan serta Pengembangan Model Pembelajaran Kriminologi untuk Mengatasi Kenakalan Remaja di Depok, Jawa Barat.

Diskakmat Ketua Angkatan UGM

Perihal perdebatan meterai pada ijazah, ketua angkatan Fakultas Kehutanan UGM tahun 1980 sekaligus teman Jokowi, Mustoha Iskandar menegaskan bahwa meterai pada ijazah milik Jokowi sudah benar berwarna hijau.

Saat itu, Mustoha menjawab keraguan Ciek Julyati Hisyam terkait meterai berwarna hijau pada ijazah Jokowi.

Ia menjelaskan bahwa lulusan Fakultas Kehutanan UGM yang seangkatan dengan Jokowi dapat dipastikan ijazahnya bermeterai hijau.

Hal tersebut sama dengan ijazah milik Mustoha dan teman satu angkatan Jokowi.

"Meterainya warnanya hijau, bukan merah," kata Mustoha Iskandar, dikutip dari tayangan di kanal YouTube Official iNews, Sabtu (6/12/2025).

Mustoha menyebut bahwa UGM melakukan wisuda empat kali setiap tahunnya.

Baca juga: Cacahan Uang Asli Rp100 Ribu dan Rp50 Ribu Ditemukan di TPS Liar Bekasi, Asal Usul Masih Misteri 

Menurut dia, seluruh angkatan Fakultas Kehutanan UGM tahun 1980, tidak ada yang wisuda pada Februari.

Ijazah bermeterai merah diperuntukkan bagi mahasiswa yang wisuda pada Februari.

"Jadi di Gadjah Mada itu ada empat kali wisuda. Ada Februari, Mei, Agustus, dan November. Angkatan 1980 nggak ada yang wisuda Februari, yang merah itu nggak ada," tegasnya.

Mustoha menegaskan bahwa mahasiswa Fakultas Kehutanan yang diwisuda bersamaan dengan Jokowi dipastikan ijazahnya bermeterai hijau.

Jokowi sendiri wisuda pada tanggal 5 November 1985.

"Jadi yang bareng wisuda Pak Jokowi itu hijau meterainya, semuanya hijau," ucapnya.

"Kalau bilang merah berarti bukan angkatan 1980, apalagi sama-sama wisuda Pak Jokowi, itu bohong," imbuhnya.

Mustoha Iskandar mengaku siap memberikan kesaksian di pengadilan nanti.

Ia juga sudah berbicara dengan Jokowi agar tidak melakukan mediasi dengan tersangka Roy Suryo cs.

"Yang penting itu nanti di fakta persidangan kita beradu kekuatan alat bukti," katanya.

"Saya pun sudah berbicara dengan Pak Jokowi, enggak ada mediasi-mediasi. Kita maju terus di persidangan," sambungnya.

Yakin Ijazah Jokowi Palsu

Prof Ciek Julyati Hisyam sempat meyakini bahwa ijazah S1 UGM milik Jokowi adalah palsu.

Guru besar UNJ itu menilai jika ijazah Jokowi asli maka seharusnya ia berani menunjukkan ijazahnya ke hadapan publik.

"Kalau saya meyakini (ijazah Jokowi) itu palsu. Kalau memang itu betul ada aslinya, pasti berani siapapun akan menunjukkan," kata Ciek, dikutip dari tayangan di kanal YouTube tvOneNews, Selasa (2/11/2025).

IJAZAH JOKOWI - Foto ijazah Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang diunggah oleh relawan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di akun @DianSandiU di media sosial X (dulu Twitter), Selasa (1/4/2025) lalu. Bareskrim mengumumkan bahwa ijazah Fakultas Kehutanan UGM milik Jokowi adalah asli. Hal ini terbukti dari berbagai bukti dari masuk hingga skripsi. Hal ini disampaikan Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro dalam konferensi pers di kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (22/5/2025).
IJAZAH JOKOWI - Foto ijazah Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang diunggah oleh relawan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di akun @DianSandiU di media sosial X (dulu Twitter), Selasa (1/4/2025) lalu. Bareskrim mengumumkan bahwa ijazah Fakultas Kehutanan UGM milik Jokowi adalah asli. Hal ini terbukti dari berbagai bukti dari masuk hingga skripsi. (Twitter/DianSandiU)

Guru besar UNJ tersebut juga menyoroti materai berwarna hijau yang berada di ijazah Jokowi yang salinannya dibawa oleh wakil ketua umum Jokowi Mania (JoMan), Andi Azwan.

Menurut dia, hal tersebut merupakan janggal karena di dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1985, tidak pernah dinyatakan ada materai seperti di ijazah Jokowi itu.

"Yang didasarkan di sana adalah bahwa materai itu tadi cetakan utamanya itu adalah ungu," kata Ciek.

Baca juga: Profil Zidni Ilmi, Penghulu Pakai 3 Bahasa Sekaligus Pimpin Prosesi Ijab Kabul, Ada yang Otodidak

Baca juga: Sosok Khoirul Anam, Satpam Punya 2 Gelar S1 dan Magister, 13 Karya Ilmiah Dapat Rekor MURI

"Warna hijau yang dikemukakan di situ adalah hanya untuk gambar Garuda. Jadi bukan keseluruhannya," imbuhnya.

Ciek mengaku bahwa dirinya juga lulusan tahun 1985 seperti Jokowi, tetapi berbeda kampus.

Ia merupakan lulusan IKIP Jakarta dan menurutnya saat itu tidak ada materai yang berwarna hijau pada ijazah.

"Saya juga lulusan tahun itu, tapi enggak tuh, warnanya enggak hijau," kata Ciek.

"Kalau memang semua ijazah pada tahun itu harus menggunakan materai, tentu sama materainya," jelasnya.

(Tribunnews.com/Rakli/Surya.co.id/Bangkapos.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.