Angin Kencang dan Akses Jalan Jadi Kendala, 120 Personil Berjibaku Padamkan Karhutla di Pelalawan 
February 05, 2026 02:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Api Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhtula) di Desa Sungai Upih Kecamatan Kuala Kampar semakin meluas pada Kamis (5/2/2025).

Terbukti dengan hotspot yang terdeteksi mencapai 105 di Kabupaten Pelalawan.  Sebanyak 105 titik panas itu berkumpul di Kecamatan Kuala Kampar dan hanya satu titik di Teluk Meranti.

Hal ini akibat Karhutla di Desa Sungai Upih yang terus membesar, ditambah firespot di Desa Teluk Beringin dan Desa Serapung. Seratusan personil gabungan diterjunkan untuk memadamkan api yang masih menyala dan membara. 

"Fokus pemadaman masih di Desa Sungai Upih sejak kemarin. Titik api masih banyak dan asap juga cukup tebal di lokasi," beber Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pelalawan, Indra Putra kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (5/2/2026).

Ia menyebutkan, operasi pemadaman darat terkendala angin kencang yang berhembus di lokasi Karhutla.

Membuat titik api cepat menyebar lantaran bunga api terbawa dari lahan yang sedang terbakar ke lahan yang mengering.

Selain itu, areal yang sebelumnya sempat dipadamkan kembali membara karena hembusan angin. 

"Cuaca juga panas terik di sana. Titik api bisa bertambah karena angin juga. Sampai sekarang masih proses pemadaman," tutur Indra Putra. 

Baca juga: Riau Kembali Dominasi Hotspot Sumatera, Pelalawan Sumbang Titik Panas Terbanyak

120 Personil Diturunkan

Sebanyak 120 personil gabungan yang diterjunkan ke lokasi Karhutla di Desa Sungai Upih, Kuala Kampar sejak Rabu (4/2/2026) lalu.

Diantaranya BPBD ada 10 orang, Polri 50 personil, TNI 10 orang, Dinas Damkar 5 orang, pemerintah kecamatan 10 orang, Masyarakat Peduli Api (MPA) 15 orang, ditambah warga setempat 20 orang. Mereka berjibaku memadamkan api dan asap yang terus bertambah. 

"Akses juga cukup sulit ke lokasi. Apalagi di Pulau Mendol hanya ada kendaraan roda dua," kata Kepala Pelaksana BPBD Pelalawan, Zulfan M.Si. 

Dijelaskannya Zulfan, jarak ke titik Karhutla sekitar 9 kilometer dengan waktu tempuh 1 jam.

Personil gabungan mengandalkan air di kanal dan embung untuk proses pemadaman.

Sebagian besar lahan yang hangus dilalap api merupakan semak belukar dan areal hutan dengan jenis tanah gambut.

"Luas yang terbakar belum dihitung, karena masi fokus pemadaman. Gambutnya cukup dalam, sekitar 3 meter lebih,' ujar Zulfan.

 (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.