TRIBUNGORONTALO.COM – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,9 terjadi di wilayah selatan Pulau Jawa, Kamis (5/2/2026) pukul 13.02.58 WIB.
Informasi tersebut berdasarkan data pemantauan aktivitas seismik yang mencatat pusat gempa berada pada koordinat 9,36 Lintang Selatan dan 112,81 Bujur Timur.
Pusat gempa diketahui berada di laut dengan kedalaman 23 kilometer. Hingga laporan ini disusun, belum terdapat informasi mengenai dampak kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
Gempa dengan kekuatan di bawah magnitudo 4 umumnya termasuk kategori gempa ringan.
Wilayah selatan Pulau Jawa sendiri dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki tingkat aktivitas seismik cukup tinggi.
Hal ini disebabkan oleh posisi geografis kawasan tersebut yang berada di zona pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia.
Proses penunjaman lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia memicu terbentuknya jalur gempa aktif yang membentang di sepanjang selatan Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara.
Selain faktor zona subduksi, keberadaan sejumlah patahan aktif di sekitar wilayah Jawa juga turut memengaruhi potensi terjadinya gempa bumi.
Aktivitas pergerakan lempeng secara terus-menerus membuat wilayah ini rentan mengalami guncangan dengan berbagai variasi kekuatan dan kedalaman.
Secara ilmiah, dampak gempa bumi dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya magnitudo, kedalaman pusat gempa, serta jarak pusat gempa dari wilayah permukiman.
Gempa dengan magnitudo kecil seperti 3,9 biasanya hanya menimbulkan getaran lemah dan jarang memicu kerusakan.
Namun, jika pusat gempa berada pada kedalaman dangkal, getaran berpotensi lebih terasa di permukaan.
Dalam kejadian ini, gempa terjadi pada kedalaman menengah, yakni 23 kilometer, sehingga energi guncangan cenderung meredam sebelum mencapai permukaan. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan gempa tidak menimbulkan dampak signifikan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, meskipun peluangnya relatif kecil.
BMKG juga mengingatkan warga agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Sebagai langkah mitigasi, masyarakat disarankan memahami prosedur keselamatan saat terjadi gempa bumi.
Saat berada di dalam bangunan, warga diminta segera berlindung di bawah meja atau benda kokoh untuk melindungi kepala dari risiko tertimpa benda jatuh.
Jika berada di luar ruangan, masyarakat dianjurkan menjauh dari bangunan, tiang listrik, serta pohon besar.
Selain itu, masyarakat juga diimbau menyiapkan tas siaga bencana yang berisi perlengkapan darurat seperti senter, air minum, obat-obatan, serta dokumen penting.
Pengetahuan mengenai jalur evakuasi dan titik kumpul aman juga perlu dipahami untuk mengantisipasi situasi darurat.
BMKG mengajak masyarakat untuk tetap tenang serta terus memantau perkembangan informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG maupun instansi pemerintah terkait guna memperoleh data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. (*)