SURYA.CO.ID, PONOROGO - Nasib nahas menimpa dua karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur (Jatim). Jembatan darurat yang mereka lintasi di Kecamatan Bungkal, tiba-tiba ambrol hingga membuat keduanya terjun bebas ke sungai pada Kamis (5/2/2026) dini hari.
Kedua korban diketahui bernama Sri Winih (48) dan Ani Wijayanti (31), warga Desa Bekare, Kecamatan Bungkal.
Saat kejadian, keduanya tengah berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Supra X dengan nomor polisi AE 2050 SAL untuk berangkat bekerja ke SPPG Belang.
Kapolsek Bungkal, AKP H.M Anwar Fatoni, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi di Lingkungan Depok, Dukuh Masaran, Desa Nambak. Suara gemuruh jembatan yang runtuh terdengar sesaat sebelum para korban melintas.
"Jadi memang betul ada korban yang luka berat dan satu luka ringan. Sebenarnya Forkopimcam dan pihak desa sudah mengingatkan bahwa jembatan itu sudah tidak layak dilewati, terutama untuk roda empat. Sudah ada tanda peringatan dini di lokasi," ujar AKP Fatoni saat ditemui SURYA.co.id di lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan saksi mata, Siti Maryam, jembatan tersebut ambrol terlebih dahulu sekitar 30 menit sebelum korban melintas. Karena kondisi yang gelap pada dini hari, korban yang tengah terburu-buru tidak menyadari jembatan di sisi utara sudah terputus.
Akibat kejadian ini, kedua korban mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke fasilitas medis terdekat. Berikut rincian kondisi korban:
"Alhamdulillah saya cuma sobek dagu dan kaki njarem karena tertimpa motor. Tapi kakak ipar saya (Sri Winih) luka parah," ungkap Ani Wijayanti.
Jembatan Depok yang memiliki panjang 20 meter dan lebar 2 meter ini memiliki catatan kerusakan yang panjang. Berdasarkan data historis, jembatan permanen di lokasi ini sebenarnya sudah roboh sejak tahun 2019 akibat terjangan banjir besar.
Setelah roboh, pemerintah sempat memasang jembatan darurat jenis bailey. Namun, pada tahun 2022, pondasi di sisi selatan jembatan tersebut kembali ambrol.
Selama kurang lebih tujuh tahun terakhir, warga terpaksa mengandalkan jembatan darurat besi WF baja yang kondisinya kian memprihatinkan dan kini benar-benar terputus total.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada saat melintasi jembatan darurat, terutama pada kondisi cuaca ekstrem atau malam hari dengan pencahayaan minim.
Patuhilah rambu peringatan yang telah dipasang oleh petugas dan hindari memaksakan diri melintas jika struktur bangunan terlihat tidak stabil demi keselamatan nyawa.