Tragedi di Bengalon, Balita Tiga Tahun Tewas Tenggelam Usai Terpeleset ke Parit
February 05, 2026 02:07 PM

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Peristiwa memilukan menyelimuti Desa Sepaso Induk, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, kemarin Rabu (4/2/2026) pagi. 

Dilaporkan seorang balita laki-laki berusia tiga tahun, Muhammad Gazzal Kaif, dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di sebuah parit yang berlokasi di Jalan Sepat RT 15, Desa Sepaso Induk.

Insiden ini terjadi secara mendadak saat korban sedang berada di lingkungan sekitar rumah keluarganya.

Setelah mendapat laporan Kapolsek Bengalon, AKP Asriadi, segera memimpin jajarannya untuk melakukan langkah-langkah darurat dan pengamanan di lokasi kejadian begitu menerima laporan dari warga.

Pihak kepolisian langsung bergerak cepat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengidentifikasi titik awal jatuhnya korban.

Baca juga: Waspada! Debit Sungai Sangatta Mulai Meluap, Begini Kondisi Terkini Pasokan Air Bersih di Kutim

Petugas di lapangan juga melakukan pendataan mendalam untuk menyusun kronologi peristiwa yang sebenarnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa korban pertama kali disadari hilang saat anggota keluarga tidak lagi melihat keberadaannya di area bermain.

Pencarian singkat dilakukan di sekitar rumah sebelum akhirnya korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di dalam parit yang berada tidak jauh dari kediaman tersebut.

"Begitu menerima laporan, anggota langsung mendatangi TKP, melakukan olah TKP, serta memeriksa saksi-saksi guna memastikan kronologi kejadian yang menimpa korban di parit Jalan Sepat tersebut," jelas Asriadi, Kamis (5/2/2026).

Detik-Detik Upaya Penyelamatan

Upaya penyelamatan nyawa korban sebenarnya telah dilakukan secara maksimal oleh pihak keluarga dan warga sekitar tak lama setelah ia ditemukan.

Baca juga: Petani Bengalon Kutim Tewas Tertimpa Pohon Ulin Saat Berkebun, Istri Histeris

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Santa Elizabeth Kecamatan Bengalon untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.

Namun, takdir berkata lain, tim medis menyatakan bahwa Muhammad Gazzal Kaif telah mengembuskan napas terakhirnya sebelum tiba di rumah sakit.

Pihak kepolisian juga melakukan koordinasi dengan tim medis Rumah Sakit Santa Elizabeth untuk melakukan pemeriksaan fisik luar terhadap jenazah korban.

Hasil pemeriksaan medis tersebut menunjukkan hasil yang konsisten dengan kecelakaan tenggelam, tanpa adanya indikasi lain yang mencurigakan.

Lalu hasil pemeriksaan luar, tim medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik atau luka yang disebabkan oleh serangan hewan liar.

Baca juga: Satpolairud Polres Kutim Patroli di Sangkulirang, Nelayan Diminta Pakai Life Jacket

Hal ini memperkuat dugaan bahwa kejadian ini merupakan murni kecelakaan akibat terpeleset. Pihak keluarga korban sendiri telah menyatakan keikhlasan mereka dan menganggap peristiwa ini sebagai musibah yang tidak terelakkan.

"Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan menyatakan tidak ada unsur pidana. Namun, kami tetap mengimbau masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama di lingkungan yang memiliki potensi bahaya seperti parit," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.