Pipa Utama PDAM Bocor di Plangon Cirebon, 30 Ribu Pelanggan Air Bersih Terganggu
February 05, 2026 02:11 PM

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Kebocoran pipa utama Perumda Air Minum (PDAM) Kota Cirebon di Jalan Raya Pangge Kejaksan di Kelurahan Babakan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, berdampak luas.

Direktur Utama PDAM Kota Cirebon, Sofyan Satari, memastikan titik kebocoran telah ditemukan dan saat ini tengah dalam proses penanganan oleh tim teknis di lapangan.

“Alhamdulillah pipanya sudah kelihatan dan permasalahan atau lokasi kebocorannya juga sudah kelihatan. Mudah-mudahan bisa segera ditangani,” ujar Sofyan saat diwawancarai di lokasi perbaikan, Kamis (5/2/2026).

Sofyan menjelaskan proses perbaikan diperkirakan memakan waktu satu hingga dua hari, bergantung pada kondisi cuaca di lapangan.

Jika cuaca mendukung maka perbaikan diperkirakan hanya butuh satu sampai dua hari.

Akibat kebocoran tersebut, suplai air bersih ke sejumlah wilayah di Kota Cirebon mengalami gangguan signifikan.

Sofyan menyebut, jumlah pelanggan yang terdampak cukup besar.

Baca juga: Update Pipa PDAM yang Jebol di Plangon Cirebon, Sisakan Lubang Menganga Cukup Besar

“Kurang lebih ada 30 ribu pelanggan yang terdampak, atau sekitar 50 persen dari total pelanggan kami,” jelas dia.

Keluhan dari masyarakat pun mulai berdatangan sejak kebocoran terjadi.

Untuk mengantisipasi kebutuhan air bersih warga, PDAM Kota Cirebon menyiapkan layanan distribusi air menggunakan mobil tangki.

“Keluhan sudah banyak masuk. Kami menyiapkan pelayanan lewat pengiriman air menggunakan mobil tangki,” katanya.

Saat ini, PDAM menyiapkan tiga unit mobil tangki dan mendapatkan dukungan tambahan dari PDAM di wilayah sekitar.

“Kami punya tiga mobil tangki, dan juga disupport oleh teman-teman PDAM sekitar. Mudah-mudahan cukup untuk menanggulangi kondisi ini,” ujarnya.

Dari sisi kerugian air, Sofyan menyebut debit air yang terbuang akibat kebocoran tergolong besar.

“Kurang lebih sekitar 75 ribu kubik per hari air yang keluar akibat kebocoran ini,” ucap Sofyan.

Pipa yang mengalami kebocoran merupakan pipa utama jenis DCIP (Ductile Cast Iron Pipe) yang telah terpasang sejak sekitar tahun 1978.

Meski usianya mendekati 50 tahun, Sofyan menegaskan, pipa tersebut masih dinilai layak secara teknis.

“Secara teknis masih layak, karena umur teknis pipa DCIP itu hampir 50 tahun dan selama ini kami lakukan maintenance,” jelas dia.

Baca juga: Umuh Muchtar Benarkan Sergio Castel Segera Bergabung ke Persib: Sudah Mau Diumumkan

Ia menduga kebocoran terjadi bukan semata karena faktor usia, melainkan akibat beban kendaraan di atas jalan yang kondisinya menanjak dan labil.

“Kebetulan di sini jalannya nanjak dan labil, kemungkinan kena beban di atas dari kendaraan,” katanya.

Meski demikian, PDAM memastikan akan melakukan penggantian pipa pada titik yang mengalami kerusakan.

Pantauan Tribun sekitar pukul 09.30 proses perbaikan pipa bocor masih berlangsung.

Sejumlah petugas mengenakan pakaian kerja dan rompi keselamatan tampak berjibaku di sekitar galian jalan. 

Sebagian petugas turun langsung ke area pipa yang bocor, sementara lainnya membantu dari atas jalan.

Pipa besar berwarna cokelat gelap yang tampak berkarat terlihat berada di bawah lapisan aspal yang amblas dan berlubang besar.

Dari celah badan pipa, air sempat menyembur dengan tekanan cukup kuat dan menggenangi area di bawahnya.

Aspal jalan tampak terkelupas dan pecah berantakan. 

Tumpukan tanah serta material bebatuan hasil galian berserakan di sekitar lokasi. 

Untuk mencegah risiko kecelakaan, PDAM telah memasang garis pengaman dan papan peringatan bertuliskan “Hati-Hati Ada Galian Pipa – Perumda Air Minum Kota Cirebon”, serta menyiagakan lampu penerangan pada malam hari.

Akibat kerusakan tersebut, arus lalu lintas di sekitar lokasi mengalami penyempitan.

Pengendara roda dua dan roda empat terpaksa memperlambat laju kendaraan dan bergeser ke sisi jalan yang lebih aman.

Bocor Malam Hari

Peristiwa tersebut meninggalkan kerusakan parah pada badan jalan.

Aspal terkelupas, lubang besar menganga, dan semburan air bertekanan tinggi menjadi penanda seriusnya insiden tersebut.

Tekanan air dari bawah tanah menghancurkan lapisan aspal hingga material tanah dan bebatuan terseret ke permukaan.

Kepala Bagian Produksi PDAM Kota Cirebon, Nedi Tresnadi, menyebut kebocoran pertama kali diketahui sekitar pukul 21.55 WIB.

“Kami dapat informasi dari teman-teman piket, setelah dicek air sudah keluar dan ada kemungkinan bocor di bawah,” ujarnya.

Kebocoran pipa transmisi berdiameter 600 milimeter itu berdampak pada terganggunya layanan air bersih ke sejumlah wilayah di Kota Cirebon.

Peristiwa tersebut bahkan terekam kamera warga dan videonya viral di media sosial, memperlihatkan aliran air deras menyerupai banjir bandang menerjang jalan raya.

Hingga kini, proses penanganan kebocoran pipa utama tersebut masih terus dipantau oleh pihak PDAM Kota Cirebon. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.