Sosok 2 Komika yang Jadi Saksi Kasus Mens Rea Pandji Pragiwaksono, Diperiksa Polisi
February 05, 2026 03:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Dua komika yang tampil sebagai opener atau pembuka acara stand up comedy Mens Rea turut diperiksa polisi.

Kedua komika tersebut yaitu Dany Beler dan Ben Dhanio.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, mereka dipanggil sebagai saksi terkait laporan polisi terhadap Pandji Pragiwaksono.

"Penyelidik telah memeriksa dua orang saksi, yakni DWN dan AAD. Keduanya diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi dan diketahui berperan sebagai pembuka acara (opener) pada kegiatan Mens Rea," kata Budi, Kamis (5/2/2026).

Budi menjelaskan, dua komika opener Mens Rea itu diperiksa soal materi komedi yang disampaikan dalam acara tersebut.

"Pemeriksaan difokuskan pada klarifikasi penyelenggaraan acara, rangkaian kegiatan, serta materi yang disampaikan," ujar Kabid Humas.

Adapun Pandji Pragiwaksono dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada Jumat (6/2/2026) pagi besok.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan, Pandji telah mengonfirmasi bakal hadir memenuhi panggilan penyidik.

"Beliau (Pandji akan) hadir," kata Iman kepada wartawan, Rabu (4/2/2026).

Iman menjelaskan, penyidik akan mendalami sejumlah pernyataan yang disampaikan Pandji dalam acara stand up comedy Mens Rea.

"Ya, kita sudah siapkan beberapa pertanyaan yang terkait dengan substansi permasalahan tersebut, yang ada kaitan dengan apa yang disampaikan oleh beliau," unngkap dia.

Sejauh ini, Polda Metro Jaya menerima enam laporan polisi (LP) dan satu aduan masyarakat (dumas) terkait materi stand up comedy Mens Rea.

Salah satu laporan polisi dilayangkan oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (AMNU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah (AMM).

Ketua Presidium AMNU, Rizki Abdul Rahman, menyebut Pandji Pragiwaksono dalam penampilannya di Mens Rea telah merendahkan dan memfitnah NU serta Muhammadiyah.

"Beliau merendahkan, memfitnah, dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang media dan memecah belah bangsa, menimbulkan keresahan terhadap, khususnya kami sebagai anak muda Nahdliyin dan teman saya sebagai Aliansi Muda Muhammadiyah," kata Rizki, Kamis (8/1/2026).

Rizki mengungkapkan, salah satu materi yang dibawakan Pandji yaitu terkait izin pengelolaan tambang yang diberikan kepada NU dan Muhammadiyah.

Ia juga menilai anggapan bahwa NU dan Muhammadiyah terlibat politik praktis merupakan fitnah.

"Lalu narasi fitnahnya adalah menganggap NU dan Muhammadiyah terlibat dalam politik praktis. Terus kemudian, ini disampaikan seolah-olah NU dan Muhammadiyah mendapatkan tambang, imbalan begitu ya, karena telah memberikan suaranya terhadap kontestasi pemilu yang kemarin," ungkap Rizki.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.