Kasus Siswa SD Tewas karena Tak Dibelikan Buku dan Pulpen, Mensesneg : Mari Tumbuhkan Kepedulian
February 05, 2026 04:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi meminta semua pihak untuk menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan sekitar setelah siswa SD berinisial YBR (10) bunuh diri karena diduga kuat tak tahan hidup miskin di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Prasetyo, rasa kepedulian itu bisa diwujudkan dengan, misalnya, keluarga yang mampu secara ekonomi memperhatikan keluarga yang kurang mampu.

"Ini juga alarm, warning buat kita untuk sekali lagi mari kita menumbuhkan rasa kepedulian sosial di antara kita semua," ucap Prasetyo di Gedung Bappenas, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

"Mungkin program kepedulian itu bisa diwujudkan dalam bentuk, misalnya, orang tua angkat atau ada keluarga yang lebih mampu untuk memperhatikan keluarga yang kurang mampu dan seterusnya dan seterusnya. Ini yang harus kita dorong," sambungnya.

Prasetyo menyatakan, hal ini selaras dengan upaya Presiden RI Prabowo Subianto yang mendorong semua pihak untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan sekitar.

"Kalau kemarin Bapak Presiden menggugah kita, kesadaran kita semua berkenaan dengan masalah kebersihan, kerapian, keindahan, kali ini mungkin kita harus mendorong kita semua untuk meningkatkan kepekaan kepedulian sosial di antara lingkungan kita," tuturnya.

Terkait sanksi terhadap lingkungan desa yang dinilai membiarkan YBS mengalami kesulitan hidup hingga bunuh diri, Prasetyo menyatakan bahwa pemerintah belum menyiapkannya.

Namun, pemerintah mengungkapkan rasa keprihatinannya terhadap tragedi tersebut.

"Sanksi belum, tetapi sebagaimana yang kemarin kami sampaikan bahwa terus terang saja kita sangat prihatin dengan adanya kejadian yang menimpa adik kita yang sudah barang tentu kita tidak menghendaki," ungkapnya.

Prasetyo menegaskan bahwa peristiwa ini harus dijadikan pelajaran supaya ke depan tidak terulang kembali.

Selain itu, masalah yang muncul terkait kematian korban tidak berdiri tunggal sehingga harus dilihat dari berbagai perspektif.

Dari sisi ekonomi, pemerintah memberikan atensi dan akan bekerja untuk memastikan bahwa masyarakat yang hidup di bawah standar garis kemiskinan bisa diatasi dengan berbagai cara.

"Ada yang menggunakan intervensi program-program dari pemerintah, ada yang kemudian kita berusaha untuk melakukan pemberdayaan. Makanya kemudian di masa pemerintahan Pak Prabowo ini dibentuklah Kemenko Pemberdayaan Masyarakat," terangnya.

Ia menyatakan, pemerintah menghendaki bahwa masyarakat yang selama ini memperoleh bantuan sosial bisa naik kelas.

Artinya, mereka mempunyai lapangan pekerjaan yang cukup untuk hidup layak.

Kemudian, dari sisi pendidikan dan edukasi juga tak kalah penting, baik di lingkungan keluarga, rumah, maupun di sekolah.

"Ini semua harus kita dorong, kita optimalkan untuk memastikan hal-hal seperti ini tidak terjadi," tutur Prasetyo.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.