Guru SD Trauma Berat Disekap dalam Mobil Pribadi yang Menawarkan Tumpangan
February 05, 2026 05:19 PM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Seorang guru SD mengalami trauma berat setelah naik mobil pribadi yang sopirnya mengaku sebagai angkutan penumpang umum.

Ketika itu sang guru SD berinisial RS (39) baru pulang sekolah menunggu angkutan umum di Simpang Lubuk Ruso, Kabupaten Batang Hari, Jambi.

Guru SD tersebut mengenakan seragam PNS bersama seorang temannya di simpang jalan itu menunggu mobil penumpang umum untuk menuju kediamannya di Muara Bulian.

Tiba-tiba ada satu mobil pribadi yang berhenti dan menawarkan tumpangan. Korban tidak menaruh curiga karena mengira mobil itu travel.

Namun guru SD tersebut hanya naik sendiri ke dalam mobil tersebut karena sopir beralasan penuh. Sedangkan teman guru SD tidak ikut serta dalam mobil ini.

Tidak terduga, ternyata itu sebagai siasat licik tiga orang yang ada di dalam mobil pribadi ini. Setelah berada di dalam mobil, guru SD ini disekap hingga dirampok.

Kemudian diturunkan di tengah jalan dalam kondisi syok berat. Kondisi RS sempat terekam video warga hingga menjadi perbincangan khalayak ramai.

Guru SD tersebut mengenakan seragam Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam keadaan menangis histeris sempat viral di media sosial dan menyita perhatian publik.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (3/1/2026), saat korban hendak pulang mengajar.

Guru SD tersebut dalam keadaan menangis histeris sempat viral di media sosial dan menyita perhatian publik.

Modus Pelaku

Kejadian bermula saat RS bersama seorang rekannya menunggu kendaraan umum di Simpang Lubuk Ruso untuk pulang menuju Muara Bulian.

Tak lama kemudian, sebuah mobil pribadi berhenti dan menawarkan tumpangan. Diduga terdapat tiga orang pelaku di dalam mobil tersebut, termasuk sopir.

Namun, pelaku melancarkan siasat agar korban naik sendirian. "Mereka hanya mengizinkan guru tersebut yang naik, sementara temannya tidak dibolehkan dengan alasan mobil sudah penuh," ungkap informasi di lapangan, seperti dikutip TribunJatim.com via Kompas.com, Kamis (5/2/2026).

Setelah berada di dalam kendaraan, RS langsung disekap. Pelaku kemudian merampas barang-barang berharga milik korban, di antaranya satu unit ponsel iPhone dan sejumlah uang tunai.

Tak hanya itu, para pelaku sempat membawa korban berkeliling dari kawasan Jembatan Mas hingga Muaro Bulian sebanyak tiga kali untuk mencari mesin ATM guna menguras rekening korban.

Korban akhirnya diturunkan oleh para pelaku di depan Masjid Asaadah, Jembatan Mas, Kabupaten Batang Hari, dalam kondisi syok.

Korban Trauma Psikologis Berat

Pasca-kejadian, RS kini berada di kediaman orang tuanya di Muara Bulian. Berdasarkan pantauan, pihak keluarga masih menutup diri dan belum bersedia memberikan keterangan lebih lanjut karena korban mengalami trauma psikologis yang mendalam.

Ibu korban mengungkapkan bahwa anaknya kini harus menjalani pemulihan dan bantuan medis untuk menenangkan diri.

"Anak saya ada di dalam, sedang tidur dan istirahat. Tadi juga sudah minum obat," ujar ibu korban dengan suara bergetar sambil menangis, Rabu (4/2/2026).

Diketahui, RS merupakan seorang guru yang baru lulus seleksi PPPK dan telah mengajar di wilayah Pemayung selama kurang lebih dua tahun.

Rekan dan tetangga mengenal korban sebagai sosok yang terbiasa menggunakan jasa travel untuk pulang-pergi mengajar.

Sempat Takut Melapor ke Polisi

Meski menjadi korban kejahatan serius, RS awalnya sempat enggan melaporkan peristiwa tersebut ke pihak berwajib.

Diduga, hal ini disebabkan oleh rasa takut dan adanya potensi ancaman dari pelaku.

Namun, berkat dukungan dan saran dari para tetangga, korban akhirnya memberanikan diri membuat laporan resmi ke Polres Batang Hari pada Rabu (4/2/2026), dikutip TribunJatim.com, Kamis.

Kasi Humas Polres Batang Hari, Iptu Simbang Tetap, membenarkan adanya laporan terkait dugaan tindak pidana perampokan guru SD tersebut.

"Laporan sudah masuk dan saat ini sedang ditangani oleh Polres Batang Hari," tegas Iptu Simbang Tetap.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memburu ketiga pelaku yang diduga terlibat dalam aksi kriminal tersebut. Kepolisian juga belum merinci detail perkembangan pengejaran terhadap mobil travel gelap yang digunakan pelaku.

Mengenali Travel Penipu

Mengantisipasi travel mobil bodong yang ternyata digunakan untuk penipuan dan penyekapan dapat dilakukan dengan meningkatkan kewaspadaan.

Sejak tahap awal pemesanan hingga perjalanan berlangsung kita harus waspada dengan pemilik travel dan sopir yang mengooperasikannya.

Pastikan hanya menggunakan jasa travel resmi yang memiliki izin usaha jelas, kantor fisik yang bisa diverifikasi, nomor telepon aktif, serta ulasan yang konsisten di platform tepercaya.

Hindari tawaran perjalanan dengan harga jauh di bawah pasaran atau sistem jemput tanpa identitas pengemudi yang jelas.

Sebelum berangkat, catat dan bagikan detail kendaraan serta sopir kepada keluarga atau kerabat, seperti nomor polisi, nama pengemudi, rute, dan estimasi waktu tiba, serta aktifkan fitur berbagi lokasi selama perjalanan.

Saat penjemputan, cocokan identitas sopir dan kendaraan dengan data pemesanan, waspadai perubahan rute tanpa alasan masuk akal, dan hindari membawa barang berharga berlebihan atau memamerkannya.

Jika muncul gelagat mencurigakan—seperti komunikasi dibatasi, kendaraan berputar-putar, atau penumpang lain bertindak aneh—segera hubungi orang terdekat atau aparat, dan cari kesempatan turun di tempat ramai atau pos keamanan.

Kewaspadaan pribadi, verifikasi berlapis, dan kebiasaan berbagi informasi perjalanan menjadi langkah kunci untuk meminimalkan risiko menjadi korban travel bodong berkedok penipuan.

Selengkapnya baca di sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.