BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bangka Belitung mencatat tingkat pengangguran terbuka cenderung lebih tinggi pada kelompok masyarakat dengan pendidikan yang lebih tinggi. Data tersebut merujuk pada rilis tingkat pengangguran menurut pendidikan per November 2025.
Kepala BPS Provinsi Bangka Belitung, Sugeng Arianto, menyampaikan dari total 1.189.495 penduduk usia kerja di Bangka Belitung, sebanyak 35.510 orang tercatat berstatus pengangguran.
Berdasarkan tingkat pendidikan, persentase pengangguran untuk lulusan SD ke bawah sebesar 2,33 persen, SMP 3,04 persen, SMA 4,80 persen, SMK 6,53 persen, Diploma I/II/III 6,58 persen, serta Diploma IV/S1/S2/S3 sebesar 6,48 persen.
Sedangkan menurut jenis kelamin 5,76 persen merupakan perempuan, lalu 3,74 persen merupakan laki-laki.
Sugeng menjelaskan, tingginya persentase pengangguran pada lulusan berpendidikan lebih tinggi dipengaruhi kecenderungan memilih pekerjaan yang dianggap sesuai.
"Kalau kita kaitkan dengan tingkat pendidikannya yang rendah, penganggurannya relatif rendah. Makin tinggi pendidikan, ternyata malah tinggi ya karena relatif lebih milih. Jadi tingkat tenaga kerja dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi, mereka tuh relatif lebih memilih pekerjaan," ujar Kepala BPS Provinsi Bangka Belitung Sugeng Arianto, Kamis (5/2/2026).
Lebih lanjut terkait penyerapan tenaga kerja menurut lapangan usaha, tercatat sektor pertanian 26,90 persen, lalu perdagangan 17,21 persen dan pertambangan 12,88 persen.
"Walaupun lowongan pekerjaan, sebenarnya tetap terbuka besar dan banyak. Tapi pas mau masuk, mereka lebih memilih, saya nggak mau yang ini, saya nggak mau yang itu. Beda dengan kalau pendidikannya relatif makin rendah, sehingga secara umum pada akhirnya memang di kita penyerapan tenaga kerjanya baik dan tingkat penganggurannya juga relatif lebih terkendali," jelasnya.
Selain itu melihat status pekerjaan, BPS Provinsi Bangka Belitung mencatat dari 790,870 orang yang bekerja, 51,04 persen bekerja di informal dan 48,96 persen di sektor formal.
Sementara iti Sugeng Arianto mengungkapkan karakter pasar kerja di Provinsi Bangka Belitung, relatif tidak terlalu sulit untuk dimasuki para usia produktif.
"Persyaratan juga tidak terlalu berat, walaupun risikonya orang-orang juga lebih mudah berganti pekerjaan. Begitu pertanian lagi panen pindah dari pertanian, nanti pertambangan lagi ramai masuk ke pertambangan. Itu sangat dinamis menjadi salah satu potensi juga bagi kita untuk bisa menekan tingkat pengangguran, karena memang masyarakat punya banyak pilihan untuk bekerja," ucapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)