TRIBUNWOW.COM - Stroke sering kali muncul secara tiba-tiba sehingga keluarga kerap tidak siap mengenal tanda awalnya.
Untuk memudahkan, Kementerian Kesehatan memperkenalkan jargon "Segera ke RS" sebagai panduan mengenali gejala stroke.
Singkatan ini mengingatkan kita pada senyum yang tidak simetris, gerakan tubuh yang melemah di satu sisi, bicara pelo, rasa kebas di separuh badan, hingga gangguan penglihatan mendadak.
Selain itu, sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba juga perlu diwaspadai sebagai tanda bahaya.
Baca juga: Stroke Bukan Lagi Penyakit Lansia, Dokter Spesialis Neurologi Jelaskan Penyebabnya
Pertanyaan:
Bagaimana cara mengenali gejala awal stroke?
Begini jawaban Dokter Spesialis Neurologi, dr. Galuh Candrasari, Sp.N dalam podcast kesehatan "Healthy Talk" dalam kanal YouTube Tribunnews.com.
Jawaban:
Stroke biasanya muncul secara mendadak sehingga gejalanya sering membuat kaget pasien dan keluarga.
Untuk memudahkan masyarakat mengenal tanda-tandanya, Kementerian Kesehatan mengenalkan jargon "Segera ke RS".
Huruf S berarti senyum tidak simetris, ketika salah satu sisi wajah tampak turun atau kaku.
Sedangkan huruf G mengingatkan pada gerak yang melemah di satu sisi tubuh, misalnya tangan atau kaki sebelah terasa lemas.
Kemudian huruf R merujuk pada bicara yang pelo atau sulit dimengerti, yang bisa disertai rasa kebas di separuh badan.
Lalu huruf A menggambarkan adanya gangguan penglihatan mendadak, seperti rabun pada satu atau kedua mata.
Sementara itu, huruf S terakhir dalam "Segera ke RS" mengingatkan pada sakit kepala yang sangat berat dan muncul tiba-tiba.
Kombinasi senyum tidak simetris, kelemahan anggota gerak, bicara pelo, rasa kebas, gangguan penglihatan, dan sakit kepala hebat patut dicurigai sebagai tanda stroke.
Gejala-gejala ini sering muncul hanya salah satu atau beberapa saja, tetapi tetap tidak boleh diabaikan.
Semakin cepat stroke dikenali, semakin besar peluang mencegah kerusakan otak lebih lanjut.
Oleh karena itu, bila ada orang di sekitar menunjukkan gejala tersebut, jangan menunggu membaik dengan sendirinya.
Segera bawa ke fasilitas kesehatan atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan darurat.
(TribunWow.com/Peserta Magang dari Universitas Sebelas Maret/Alifazahra Avrilya Noorahma)