TRIBUNTIMUR.COM, WAJO - Usai dikeluhkan warga, jalan menuju Kantor Bupati dan Gedung DPRD Wajo kini bersih dari sampah.
Pantauan Reporter Tribun-Timur.com, Jabal Qubais tampak motor tiga roda dikerahkan Dinas Lingkungan Hidup di lokasi tersebut.
Motor merk Nozomi berwarna biru tua itu diisi sampah yang sebelumnya berada di sisi jalanan.
"Betul, kami terjunkan 5 petugas kebersihan tangani sampah di lokasi itu. Alhamdulillah sudah bersih," ujar Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wajo, Andi Hasanuddin kepada Tribun-Timur.com usai dikonfirmasi melalui telepon Whatsapp, Kamis (5/2/2026).
Kata dia, pihaknya mengaku melakukan pembersihan usai mendapat laporan warga.
"Iya, karena ada laporan makanya kami lansung bertindak," tegasnya.
Ia meminta agar warga tak lagi membuang sampah di lokasi itu.
Sebab sejatinya sisi jalanan itu bukanlah tempat sampah, hanya saja masyarakat kebanyakan memilih tempat tersebut sebagai lokasi pembuangan sampah.
"Kami minta agar tidak ada lagi warga yang buah sampah disitu, mohon perhatian dan kerjasamanya," pintanya tegas.
Sebelumnya, Jalan menuju Kantor Bupati Wajo dan Gedung DPRD Wajo Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali dikeluhkan warga.
Pantauan reporter Tribun-Timur.com, sampah menumpuk di sisi kiri jalan, baik kering maupun basah, Jl Sawerigading, Sengkang, Rabu (4/2/2026)
Terlihat kantong plastik merah, kuning, dan putih mengeluarkan bau tak sedap.
Layaknya bau bangkai hewan menyengat pernapasan warga yang melintas.
Warga setempat, Andi Akmal geram akibat kurangnya perhatian dari pemerintah soal masalah di jalan ini.
"Sudah bertahun-tahun jalan ini jadi tempat pembuangan sampah, tidak ada itikad pemerintah memperbaiki misalnya mengadakan kontainer sampah," ujarnya ditemui Tribun-Timur.com di rumahnya, sudut belokan, Rabu (4/2) siang.
Meski begitu, dirinya sempat merasa lega sebab dua tahun lalu ada janji yang dilontarkan pemerintah terkait, Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
"Pernah memang dijanjikan katanya akan disimpan Kontainer Sampah disitu, tapi seiring berjalannya waktu, yah janji palsu, nihil solusi," paparnya.
Di sisi lain, Gunawan (42) warga Tanasitolo yang melintas di jalan tersebut ikut merasa terganggu.
"Kalau lewat di situ bau sekali pak, menyengat. Setiap hari saya lewat memang jarang diperhatikan saya liat," urainya.
Gunawan juga mengaku terkadang sampah berada di tengah jalan.
"Kadang juga sampahnya ke tengah jalan, jadi kalau kita lewat pasti menghindar. Intinya kami butuh perhatian pemerintah saja," pintanya memaparkan.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wajo, Andi Hasanuddin menyebut lokasi tersebut hampir setiap minggu dibersihkan.
"Sudah sering dibersihkan itu, tapi warga sendiri yang buang kembali sampahnya," katanya.
Pihaknya juga telah memasang spanduk larangan membuang sampah.
"Ada spanduk yang sudah dipasang tapi memang tidak diindahkan. Ini perlu penindakan tapi saya hanya Plt di sini, tunggu Kepala Dinas Definitif," tandasnya.