Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet
TRIBUNPALU.COM, MOROWALI - Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Morowali, Mohammad Ridwan Mangkali, menegaskan pentingnya edukasi kebencanaan sejak usia dini sebagai investasi jangka panjang dalam membangun masyarakat yang tangguh bencana.
Menurut Ridwan, anak-anak merupakan kelompok yang rentan saat bencana terjadi, namun sekaligus memiliki potensi besar sebagai agen perubahan apabila dibekali pengetahuan dan keterampilan yang tepat.
“Anak-anak adalah kelompok rentan sekaligus agen perubahan. Dengan latihan yang tepat, mereka mampu menyelamatkan diri dan membantu orang di sekitarnya,” ujar Ridwan, Kamis (5/2/2026).
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan edukasi kebencanaan bertema “Siap Siaga, Selamat Bersama: Anak Sekolah Tangguh Bencana” yang digelar BPBD Morowali selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Februari 2026.
Ridwan menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga menekankan praktik langsung agar siswa terbiasa bersikap sigap dalam situasi darurat.
Baca juga: PT Vale Tegaskan Komitmen Patuhi UMK/UMSK Berlaku di IGP Bahodopi
Para siswa dilatih melakukan simulasi evakuasi mandiri, termasuk penerapan teknik drop, cover, and hold on sebagai langkah penyelamatan diri saat gempa bumi.
“Pengetahuan kebencanaan harus ditanamkan sejak dini agar menjadi budaya. Jika anak-anak sudah paham apa yang harus dilakukan saat bencana, maka risiko korban dapat diminimalkan,” jelasnya.
Sejumlah sekolah dasar terlibat dalam kegiatan tersebut, di antaranya SDN Dampala, SDN Siumbatu, SDN 1 dan 2 Onepute Jaya, serta SDN 1 dan 2 Bahomotefe.
Ridwan menambahkan, BPBD Morowali akan terus mendorong program edukasi kebencanaan di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya pencegahan dan kesiapsiagaan bencana, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dari tingkat paling dasar.(*)