TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Tren masyarakat menabung dan berinvestasi emas belakangan dinilai sebagai hal positif. Pantau harga emas terkini.
Namun warga diimbau agar tidak menjadikan emas sebagai instrumen untuk mengejar keuntungan cepat, terutama dengan cara ikut-ikutan tren sesaat.
Baca juga: PREDIKSI Harga Emas Turun Lagi Jumat 6 Februari 2026 di Palangka Raya Kalteng, Hari ini Rp17ribu
Emas sejak lama dikenal sebagai aset yang berfungsi menjaga nilai kekayaan.
Karena itu, perubahan harga dalam jangka pendek seharusnya tidak disikapi dengan keputusan yang terburu-buru atau didorong emosi.
Pengamat ekonomi sekaligus dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Palangka Raya, Suherman Juhari, mengatakan masyarakat perlu memahami karakter emas sebagai instrumen investasi jangka panjang.
Ia menjelaskan, istilah fear of missing out atau FOMO kerap muncul ketika masyarakat terdorong membeli emas karena takut ketinggalan tren, bukan karena perencanaan investasi yang matang.
“FOMO itu biasanya terjadi saat orang melihat banyak pihak membeli emas, lalu ikut membeli tanpa memahami tujuan dan kemampuan keuangannya. Ketika harga turun, barulah muncul kepanikan dan keinginan menjual. Pola seperti ini justru berisiko merugikan,” ujarnya.
Menurutnya, fluktuasi harga emas dalam jangka pendek merupakan hal yang normal dalam mekanisme pasar. Namun yang perlu dihindari adalah pengambilan keputusan yang bersifat emosional.
“Investasi emas tidak boleh hanya karena FOMO. Harus ada tujuan dan jangka waktu yang jelas. Kalau orientasinya ingin cepat untung, emas bukan instrumen yang tepat,” jelasnya.
Di Indonesia, khususnya di Kalimantan Tengah, Suherman menilai minat masyarakat terhadap emas meningkat karena dianggap relatif aman di tengah ketidakpastian ekonomi dan fluktuasi harga komoditas. Dalam kondisi tersebut, koreksi harga justru perlu disikapi secara rasional.
“Koreksi harga bisa menjadi momentum akumulasi bagi investor jangka panjang. Namun bagi yang membeli di harga tinggi dengan niat spekulasi jangka pendek, tekanan psikologis tentu akan terasa dan itu wajar,” katanya.
Ia menambahkan, kerugian sementara dalam jangka pendek tidak serta-merta mencerminkan kegagalan investasi. Masyarakat perlu melihat emas dalam perspektif waktu yang lebih panjang.
“Kalau dilihat dalam jangka lima tahun ke depan, nilainya bisa saja lebih tinggi. Karena itu literasi keuangan sangat penting, jangan hanya berpikir untung cepat,” ujarnya.
Secara historis, Suherman menegaskan emas tetap berfungsi sebagai aset lindung nilai atau safe haven terhadap inflasi dan ketidakpastian global. Perubahan harga dalam jangka pendek tidak menghapus peran emas sebagai pelindung nilai jangka panjang.
“Emas akan selalu menjadi emas. Yang berubah hanyalah dinamika jangka pendeknya,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan agar tidak memaksakan diri berinvestasi apabila kondisi keuangan belum memadai.
Pemenuhan kebutuhan pokok seperti sandang, pangan, dan papan harus menjadi prioritas utama sebelum menyisihkan dana untuk investasi.
“Investasi sebaiknya dilakukan dari dana yang memang siap. Jangan berharap investasi, apalagi emas, bisa cepat untung. Perlu waktu yang cukup panjang agar hasilnya bisa terlihat,” pungkasnya.
Update harga emas hari ini, Kamis, 5 Februari 2026
Berdasarkan data terbaru dari laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam kini berada di level Rp2.956.000 per gram, turun dari harga sebelumnya yang sempat menyentuh angka Rp2.973.000.
Pelemahan ini dipicu oleh sentimen global, termasuk penguatan indeks Dolar AS dan aksi ambil untung (profit taking) setelah emas mencapai rekor tertinggi beberapa waktu lalu.
Bagi Anda yang berencana melakukan investasi, penurunan ini sering dianggap sebagai peluang menarik untuk beli emas di harga yang lebih terjangkau sebelum tren pasar kembali berubah.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan, Rabu (4/2/2026), berada di Rp2.973.000 per gram.
Penurunan ini menandai koreksi setelah kenaikan besar Rp102.000 sehari sebelumnya.
Harga emas Antam sempat diperbarui 2 kali pada Kamis. Pembaruan pertama terjadi pada pagi hari dengan harga Rp2.956.000.
Pembaruan kedua16:46 WIB dengan harga Rp2.973.000. Perubahan ini menunjukkan volatilitas tinggi di pasar emas.
Harga buyback emas Antam juga ikut turun Rp17.000 per gram. Buyback kini berada di Rp 2.720.000 per gram.
Buyback adalah harga ditawarkan Antam jika konsumen menjual emas kembali.
Buyback sempat diperbarui dua kali pada Kamis. Pembaruan terakhir dilakukan pukul 17:41 WIB dengan harga Rp2.737.000.
Penurunan buyback menunjukkan adanya tekanan dari sisi permintaan jual.
Meski harga jual sempat naik sehari sebelumnya, buyback justru melemah. Kondisi ini mencerminkan pasar emas yang masih belum stabil.
Harga emas Antam berlaku di kantor Antam Pulo Gadung, Jakarta. Beberapa macam pecahan emas sempat tidak tersedia di laman resmi.
Pecahan 0,5 gram, harga tercatat Rp1.528.000. Pecahan 5 gram dijual Rp14.528.000.
Pecahan 10 gram dibanderol Rp29.055.000. Pecahan 50 gram dijual Rp144.945.000.
Pecahan besar 500 gram dibanderol Rp 1.448.320.000. Pecahan terbesar 1.000 gram dijual Rp 2.886.600.000.
Harga emas Antam meningkat seiring bertambahnya berat pecahan.
PPN tidak dipungut sesuai PP No.49 Tahun 2022. Tarif PPh 22 sebesar 0,25 persen tetap berlaku sesuai PMK No.48 Tahun 2023.
Bukti potong PPh 22 akan diterbitkan oleh PT Antam Tbk sebagai penjual.
Penurunan harga hari ini terjadi setelah kemarin emas naik Rp102.000 per gram.
Kini harga kembali terkoreksi Rp17.000 per gram.
Berdasarkan situs logammulia.com, harga terkecil 0,5 gram berada di Rp1.528.000.
Pecahan 10 gram dijual Rp 29.055.000. Pecahan terbesar 1 kg dibanderol Rp2.896.600.000.
Dalam sepekan terakhir, harga emas bergerak di rentang Rp2.844.000 hingga Rp3.168.000.
Dalam sebulan terakhir, harga berada di rentang Rp2.549.000 hingga Rp3.168.000.
Tren ini menunjukkan volatilitas tinggi di pasar emas. Penurunan buyback menandakan adanya tekanan dari sisi permintaan jual.
Pasar masih mencari keseimbangan setelah gejolak akhir Januari. Prediksi untuk Jumat (6/2/2026), harga emas Antam diperkirakan bergerak stabil.
Kecenderungan melemah tipis di kisaran Rp2.940.000 - Rp 2.960.000 per gram.
Sementara untuk harga buyback bertahan di sekitar Rp 2.720.000 - Rp 2.730.000.
Harga emas Antam per Kamis 5 Februari 2026:
Emas 0,5 gram: Rp1.528.000
Emas 1 gram: Rp2.956.000
Emas 2 gram: Rp5.852.000
Emas 3 gram: Rp8.753.000
Emas 5 gram: Rp14.555.000
Emas 10 gram: Rp29.055.000
Emas 25 gram: Rp72.512.000
Emas 50 gram: Rp144.945.000
Emas 100 gram: Rp289.812.000
Emas 250 gram: Rp724.265.000
Emas 500 gram: Rp1.448.320.000
Emas 1.000 gram: Rp2.886.600.000
(Tribunkalteng)