TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Dentuman keras mirip ledakan karbit memecah ketenangan warga Desa Krajan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Kamis (5/2/2026).
Suara itu terdengar hingga radius sekitar satu kilometer.
Beberapa lembar atap seng beterbangan.
Para pekerja berhamburan keluar dapur dalam kondisi sempoyongan.
Sumber suara berasal dari mesin pengering ompreng di dapur SPPG Krajan yang tiba-tiba meledak saat uji coba operasional.
Kapolsek Pekuncen, AKP Slamet Husein, memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
"Sekilas, alat pengering ompreng diduga terlalu panas lalu meledak," katanya kepada Tribunbanyumas.com.
Kerugian material ditaksir mencapai Rp60 juta.
SPPG Krajan merupakan unit kelima yang akan beroperasi di wilayah Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas.
Dapur ini ditargetkan melayani 1.000 penerima manfaat pada tahap awal, kemudian meningkat menjadi 1.500 orang di tahap kedua untuk dua desa, yakni Krajan dan Kranggan.
Sebelum operasional, pembinaan sudah dilakukan tiga kali.
Namun insiden ini membuat pengelola harus melakukan evaluasi ulang aspek keselamatan kerja.
Pengakuan Kepala SPPG
Kepala SPPG, Elvin Subekti, menjelaskan insiden terjadi sekitar pukul 10.40 WIB saat tim sedang mengeringkan ompreng menggunakan oven.
"Alat mulai dipakai sejak pukul 09.30 WIB. Ini masih tahap uji coba," katanya.
Tiba-tiba oven meledak, serpihannya mengenai atap seng sampai terlontar.
Hari itu merupakan uji coba ketiga.
Sebelumnya, dua kali pengoperasian alat berjalan normal dan sudah mengikuti SOP.
Menurutnya, kegiatan yang dilakukan masih sebatas persiapan dapur, belum melayani distribusi makanan.
Pekerja datang untuk bersih-bersih, melepas plastik ompreng baru, sekaligus mencuci peralatan.
"Dapur Krajan ini belum operasional. Rencananya baru mulai 9 Februari," katanya.
Pihaknya mengatakan pekerja di dalam dapur saat kejadian mencapai 26 orang.
10 orang pencuci, 8 pemorsian, dan 8 pemasak.
Dari jumlah tersebut 10 orang dibawa ke puskesmas.
Dari 10 orang itu 8 luka ringan dan 2 dirujuk ke rumah sakit.
Sebagian mengalami lecet akibat serpihan kaca dan tertimpa ternit.
Pekerja lain yang berada dekat lokasi juga dianjurkan memeriksa pendengaran karena suara ledakan sangat keras.
Warga ikut panik
Kepala Desa Krajan, Muflichudin, menyebut dentuman terdengar keras hingga membuat warga panik.
"Suaranya seperti karbit meledak. Keras sekali.
Awalnya kami kira trafo listrik," katanya.
Ia menambahkan, mayoritas pekerja adalah warga Krajan dan Kranggan.
Saat keluar gedung, beberapa tampak sempoyongan sehingga membuat warga sekitar cemas. (jti)