Kondisi Korban Ledakan Oven Dapur MBG di Pekuncen Banyumas, Ada yang Dirujuk ke RS
February 05, 2026 05:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Dentuman keras tiba-tiba memecah suasana tenang Desa Krajan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Kamis (5/2/2026) pagi. 


Suara yang terdengar hingga radius sekitar satu kilometer itu sempat membuat warga berlarian keluar rumah. 


Sebagian mengira trafo listrik meledak, sebagian lainnya menduga terjadi kebakaran.


Diketahui, sumber ledakan berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Krajan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. 


Kepala Desa Krajan, Muflichudin, mengatakan kepanikan warga terjadi karena suara ledakan sangat keras dan datang tiba-tiba.


"Waktu itu di sekitar lokasi juga ada kegiatan posyandu. 


Begitu terdengar ledakan, warga langsung keluar rumah. 


Ada yang mengira trafo atau kejadian lain," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com.


Ia memastikan situasi desa kini sudah kembali kondusif dan para korban telah mendapat penanganan medis.

Baca juga: Antisipasi Harga Kebutuhan Melonjak Jelang Lebaran, Bupati Cilacap Kumpulkan TPID


Sementara itu, aparat dari Polresta Banyumas langsung turun tangan menyelidiki insiden tersebut.


Tim Inafis bersama personel Polsek Pekuncen melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di area dapur Desa Krajan.


Kapolsek Pekuncen, AKP Slamet Husein, mengatakan pihaknya menerima laporan adanya suara keras dari area SPPG.


"Setelah mendapatkan informasi, anggota langsung mengecek ke lokasi dan memang ditemukan adanya kejadian ledakan," katanya.


Dari pemeriksaan awal, ledakan diduga berasal dari oven atau alat pengering yang digunakan dalam proses persiapan dapur.


"Diduga alat mengalami panas berlebih hingga akhirnya meledak," jelasnya.


Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dampaknya cukup membuat panik para relawan.


Puluhan relawan dilaporkan mengalami luka ringan akibat serpihan kaca dan benturan benda di sekitar lokasi. 


Sebagian besar sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan medis.


"Saat ini tinggal dua orang yang masih menjalani pemeriksaan lanjutan, satu luka pada kaki dan satu diduga luka bakar ringan," tambah Slamet.


Kepala SPPG Desa Krajan, Elvin Subekti, menjelaskan dapur MBG tersebut sebenarnya belum beroperasi resmi.


Kegiatan saat kejadian merupakan uji coba sekaligus persiapan operasional.


"SPPG ini belum melayani pendistribusian makanan. 


Hari ini trial bersih-bersih dapur untuk persiapan operasional yang direncanakan mulai 9 Februari," katanya.


Sejak pukul 09.00 WIB, para sukarelawan dari berbagai divisi mulai pemorsian, memasak, pencucian ompreng, kebersihan hingga keamanan sudah bekerja.


Ledakan terjadi sekitar pukul 10.40 WIB saat proses pengeringan ompreng menggunakan oven pada hari ketiga uji coba.


"Dua hari sebelumnya oven normal. 


Tadi tiba-tiba meledak," ujarnya.


Akibat kejadian itu, 10 orang sempat dibawa ke puskesmas. 


Delapan mengalami luka ringan karena serpihan kaca, sementara dua orang dirujuk ke rumah sakit.


Dua korban yang dirawat yakni Asiyati dan Siti Marlina, warga setempat.


Polisi masih mendalami penyebab pasti ledakan, termasuk kondisi teknis alat pengering tersebut. (jti) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.