Menurut Purbaya, penindakan tersebut tidak perlu disikapi sebagai pukulan, melainkan sebagai titik masuk untuk melakukan pembenahan.
"Kenapa terpukul? Kan itu justru merupakan titik masuk untuk memperbaiki pajak dan becukai sekaligus," ujar Purbaya usai Raker Komisi XI DPR RI, Rabu (4/2/2026).
Purbaya mengungkapkan bahwa pembenahan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sebenarnya sudah mulai dilakukan sejak sebelumnya. Bahkan, sejumlah persoalan internal telah terdeteksi.
"Kemarin kan becukai udah saya obrak-abrik kan yang dapet yang dipinggirkan, sudah terdeteksi emang sebelumnya emang ada sesuatu yang ada disitu," tutur dia.
Beberapa hari lalu, Purbaya menyebut akan mengobrak-abrik Direktorat Jenderal Bea Cukai menyusul penerimaan negara yang tidak mencapai target. Bahkan, dia juga tidak segan membekukan instansi tersebut dan digantikan dengan SGS.
Sistem SGS dalam konteks Bea Cukai mengacu pada penggunaan jasa SGS (Sosiete Generale de Surveillance), sebuah perusahaan inspeksi dan verifikasi internasional yang melakukan pemeriksaan barang ekspor–impor sebelum masuk ke Indonesia. Selain Bea Cukai, ancaman ini juga berlaku untuk pegawai pajak di Direktorat Jenderal Pajak.
"Ini untuk saya merupakan ancaman yang serius, karena Pak Presiden bilang kalau bea cukai enggak betul tahun ini, akhir tahun mungkin diganti dengan namanya SGS," tegas dia.
(*)
# Respons # Menkeu Purbaya # OTT # Kemenkeu # Instansi # Birokrasi # Purbaya Yudhi Sadewa #