Jakarta (ANTARA) - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan sistem satu data terintegrasi berbasis digital bernama Sapa UMKM untuk mendukung pengembangan bisnis pelaku usaha di Indonesia.
Sapa UMKM dirancang menjadi pusat layanan terpadu yang menghubungkan berbagai kebutuhan UMKM dalam satu sistem. Menteri UMKM Maman Abdurrahman saat ditemui usai acara 12th Annual Indonesia Economic Forum 2026 di Jakarta, Kamis, menilai pengelolaan seluruh pelaku usaha di Indonesia tidak mungkin dilakukan secara optimal tanpa dukungan sistem digital yang terintegrasi.
"Saya mau mengurusi ada 50 jutaan UMKM di Indonesia apakah dengan metode konvensional itu bisa? Tidak mungkin bisa. Satu-satunya cara adalah dengan mengoptimalkan dan memanfaatkan teknologi digital," ujar Maman.
Sapa UMKM akan dikembangkan sebagai aplikasi super (super apps) yang menghimpun berbagai layanan, mulai dari pembiayaan, akses pendidikan, akses pasar, peningkatan produktivitas, hingga pusat informasi dan sosialisasi program.
Kementerian UMKM juga menjalin kolaborasi dengan Indonesian Open Network (ION), yang memiliki pengalaman membangun sistem serupa di India dan sejumlah negara lain. Model tersebut dinilai berhasil mendorong pemberdayaan UMKM melalui pendekatan jaringan terbuka.
Maman menyatakan pengembangan teknis Sapa UMKM sudah hampir selesai dan diharapkan dapat dimanfaatkan dalam waktu dekat.
Dari sisi jangkauan, Kementerian UMKM menargetkan seluruh pelaku UMKM yang jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 57 juta unit usaha dapat didata. Proses integrasi pelaku usaha ke sistem tersebut dilakukan secara bertahap.
Melalui platform itu, pelaku usaha dapat mengakses layanan legalitas dan perizinan, pembiayaan dari bank maupun lembaga pembiayaan swasta, serta program pelatihan yang lebih terstruktur.
Sistem itu juga memungkinkan pencatatan riwayat pelatihan sehingga pemerintah dapat memetakan kebutuhan peningkatan kapasitas secara lebih akurat.
Menurut sang menteri, Sapa UMKM juga akan diintegrasikan dengan sistem yang sudah ada, termasuk Pasar Digital UMKM (PaDi UMKM).
"Pelaku UMKM bisa mempromosikan produknya di sini. Jika semua masuk ke sistem Sapa UMKM, manfaat promosinya besar sekali, termasuk akses dari jaringan luar negeri," kata Maman.







