Beijing (ANTARA) - Dengan kamera ponsel pintar (smartphone) yang siap merekam, seorang warga lanjut usia (lansia) bermarga Liu, yang kini berusia hampir 70 tahun, membuat sebuah video pendek berdurasi lima menit di rumahnya di kota pesisir Dalian, Provinsi Liaoning, China timur laut.

Melalui video pendeknya, dia menunjukkan hidangan makanan laut buatannya, seperti yang selalu dia lakukan.

Ketika Liu pensiun dari pekerjaannya di sebuah pabrik makanan pada 2017, dia sempat merasa kehilangan arah, bergulat dengan rasa kehilangan yang mendalam di hari-hari sunyi setelah pensiun. Didorong oleh putranya, pria lansia itu memutuskan untuk mencoba menggunakan media sosial.

Sebagai seorang pencinta kuliner sejati yang gemar memasak dan mencicipi masakan khas daerah, Liu mulai mengunggah video kuliner secara daring. Sejauh ini, dia telah mengumpulkan lebih dari 5 juta pengikut di akun media sosialnya di Douyin, versi China dari TikTok.

"Saya tidak pernah menyangka begitu banyak orang akan tertarik pada orang tua seperti saya. Saya sangat terinspirasi oleh komentar-komentar mereka. Mereka benar-benar memberi saya kepercayaan diri untuk terus membuat konten video ini," kata Liu.

Seperti halnya Liu, semakin banyak warga lansia China yang kini mulai terjun ke dunia digital. Per Juni 2025, jumlah pengguna internet lansia di China mencapai 161 juta pengguna, mencakup lebih dari separuh populasi lansia di negara tersebut, menurut angka yang dirilis oleh Pusat Informasi Jaringan Internet China.

Alih-alih sekadar browsing, para lansia kini kerap tampil sebagai kreator konten. Mereka aktif mengunggah dan membagikan kisah kehidupan mereka di media sosial.

Dari foto-foto usang yang menceritakan kisah masa lalu hingga hobi yang ditemukan kembali di masa pensiun, platform-platform digital kini menawarkan cara baru bagi para lansia China untuk mengekspresikan diri dan mengejar impian mereka.

Liu Meng (kanan) mengajari para lansia cara merekam video dengan ponsel pintar di sebuah pusat layanan perawatan lansia di Distrik Yuhu, Kota Xiangtan, Provinsi Hunan, China tengah, 17 Mei 2022. (ANTARA/Xinhua/Chen Zeguo)

Rednote (Xiaohongshu), sebuah platform berbagi gaya hidup yang dianggap sebagai tempat berkumpulnya anak muda, kini mulai menjadi panggung baru bagi pengguna yang lebih tua di China.

Hingga akhir 2024, jumlah pengguna aktif bulanan berusia 60 tahun ke atas di Rednote telah melampaui 30 juta, sementara jumlah kreator konten lansia di platform tersebut meningkat tiga kali lipat dalam dua tahun terakhir, dengan total lebih dari 100 juta konten telah dipublikasikan.

Selain itu, kelompok pengguna berambut perak semakin populer di platform media sosial, khususnya di kalangan anak muda China. Di Douyin, jumlah pengikut influencer lansia telah mencapai 34 juta, dan jumlah unggahan dengan topik "Kakek dan Nenek" telah melampaui 10 miliar.

Bagi Hu Yihang yang berusia 27 tahun, mengecek video terbaru Liu di Douyin telah menjadi rutinitas sebelum tidur. "Ada sesuatu yang sangat akrab dari Liu. Setiap kali menonton videonya, saya selalu teringat pada kakek saya," katanya.

China merupakan rumah bagi populasi lansia terbesar di dunia, dengan lebih dari 320 juta orang berusia 60 tahun ke atas tercatat hingga akhir 2025. Angka ini setara dengan lebih dari seperlima total populasinya. Pemerintah China pun meningkatkan upaya untuk beradaptasi dengan populasi yang menua, berusaha menyediakan layanan yang lebih baik bagi para lansia.

Pada 2024, Kantor Umum Dewan Negara China mengeluarkan pedoman untuk mengembangkan ekonomi perak dan meningkatkan kesejahteraan para lansia. Pedoman tersebut menekankan pentingnya memperkaya kegiatan budaya dan olahraga bagi lansia, serta mendorong pengembangan industri konten yang disesuaikan untuk lansia, termasuk literatur, radio, film, televisi, musik, video pendek, dan media lainnya.

"China harus secara aktif merespons populasi yang menua dan menyempurnakan kebijakan serta mekanisme untuk mengoordinasikan pengembangan program dan industri perawatan lansia," demikian urai Komite Sentral Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC) dalam rekomendasinya untuk penyusunan Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030) untuk pembangunan ekonomi dan sosial nasional.

Li Julong, 69 tahun, membuat video pengajaran tentang bermain seruling untuk warga senior yang tinggal di lingkungan Komunitas Fusi di Beijing, ibu kota China, 15 April 2020. (ANTARA/Xinhua/Peng Ziyang)

Dalam beberapa tahun terakhir, beragam kursus pelatihan untuk lansia telah ditawarkan oleh berbagai lembaga publik di seluruh China. Materinya mencakup berbagai bidang, mulai dari penggunaan smartphone, belanja daring, hingga pembuatan dan penyuntingan video pendek, sehingga membantu para lansia menurunkan hambatan digital dan lebih mudah memasuki era digital.

Sementara itu, terdapat juga langkah dukungan di sektor swasta. Pada 2024, Rednote menginvestasikan 3,4 miliar yuan, atau sekitar 490 juta dolar AS, untuk meluncurkan inisiatif pembaruan yang ramah bagi lansia, termasuk ukuran huruf yang lebih besar dan interaksi yang lebih sederhana.

"Pengguna lansia tidak resisten terhadap teknologi baru. Mereka hanya membutuhkan desain digital yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka," kata seorang manajer produk Rednote, menambahkan bahwa optimasi platform untuk lansia telah berkontribusi langsung pada peningkatan jumlah kreator konten lansia.

Selain itu, tren para lansia China yang berbondong-bondong menggunakan media sosial muncul bersamaan dengan pergeseran persepsi yang lebih luas tentang penuaan di China.

Survei yang dilakukan oleh Universitas Renmin China pada 2014 dan 2020 menemukan bahwa para lansia di China semakin memiliki pandangan positif terhadap proses menua. Pada 2014, lebih dari 75 persen responden lansia setuju sepenuhnya atau sebagian bahwa mereka merasa tua, namun pada 2020, proporsi ini menurun menjadi 47 persen.

Liu, sang influencer kuliner di Dalian, sangat senang melihat bagaimana petualangan media sosialnya menghibur seluruh keluarganya. Putra dan menantunya membantu merekam dan memproduksi video pendek, dan istrinya, yang juga sudah pensiun, tampil sebagai pemeran utama dalam video pendek mereka.

"Menjadi tua secara usia bukan berarti menjadi tua secara jiwa. Mempertahankan rasa ingin tahu terhadap kehidupan membantu saya tetap positif dan enerjik, serta membuat masa pensiun saya lebih bermakna dan penuh semangat," ujar Liu dalam video pendeknya, yang membagikan pandangannya agar tetap berjiwa muda.