Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berencana membujuk pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup, untuk dipromosikan mendapatkan bantuan membangun waste to energy atau pembangkit listrik tenaga sampah.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, pemerintah pusat memang tengah mengembangkan proyek pembangkit listrik tenaga sampah ini di 34 titik tetapi bukan termasuk di NTB.
Proyek ini kata Iqbal diberikan kepada daerah-daerah yang volume sampahnya di tempat pembuangan akhir (TPA) mencapai 1.000 ton, sementara di NTB khususnya di TPA Kebon Kongok masih berkisar 300 ton sehari.
"Tetapi kita akan komunikasikan dengan Menteri LH untuk mendapatkan endorsement meski di bawah 1.000 ton untuk masuk proyek waste to energy," kata Iqbal, Kamis (5/2/2026).
Iqbal memprediksi volume sampah yang sebetulnya di TPA Kebon Kongok bisa mencapai 1.000 ton sehari, hanya saja limbah-limbah rumah tangga tersebut banyak yang tercecer di sejumlah titik.
Ini disebabkan karena sistem transportasi pengangkutan yang belum maksimal, jika ini sudah maksimal volume sampah yang masuk ke Kebon Kongok bisa mencapai 1.000 ton dari Mataram dan Lombok Barat.
Sejak awal menjabat sebagai orang nomor satu di NTB, Iqbal berkomitmen untuk mengembangkan waste to energy, bahkan dia sudah menyiapkan lahan di salah satu sisi TPA Kebon Kongok untuk dibangunkan proyek tersebut.
Hanya saja sampai saat ini, para investor masih sebatas berkonsultasi saja belum sampai pada tahap Pra Feasibility Study (Pra-FS) atau uji kelayakan.
"Ada banyak dari Belanda, Australia, Turki tetapi yang memenuhi syarat yang kita inginkan mungkin dua atau tiga," kata Iqbal.
Mantan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri ini mengatakan, syarat dari teknologi yang akan dikembangkan untuk proyek waste to energy ini harus bisa mengkonsumsi semua jenis sampah.
Sehingga tidak perlu melakukan pemilahan lagi, karena proses inilah kata Iqbal yang paling berat untuk dilakukan.
Baca juga: Bukan Tempat Sampah, Lokasi Penemuan Mayat Terbakar di Sekotong Dipastikan Lahan Pribadi
Namun sampai saat ini dari beberapa investor yang ingin mencoba mengembangkan proyek tersebut, hanya ada beberapa negara yang teknologinya seperti yang diinginkan.
Persoalan sampah khusus di Kota Mataram menjadi isu rutin setiap tahunnya, namun sampai saat ini belum ada solusi yang mampu mengurai masalah ini.
Bahkan saat ini pemerintah sedang melakukan optimalisasi lahan lagi, tetapi untuk anggaran masih dalam proses pembahasan bersama antara Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Lombok Barat dan Kota Mataram.
(*)