Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama
TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sampang, Madura, kini dibarengi dengan langkah antisipatif, Kamis (5/2/2026).
Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang tengah menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) khusus bagi kepala sekolah dan guru untuk mencegah potensi keracunan makanan di lingkungan sekolah.
Penguatan pengawasan ini dilakukan seiring semakin luasnya jangkauan distribusi MBG yang menyasar pelajar di berbagai jenjang.
Selain berfokus pada pemenuhan gizi siswa, pemerintah daerah juga menaruh perhatian serius pada aspek keamanan makanan yang dikonsumsi anak-anak di sekolah.
Dalam pelaksanaannya, pengawasan MBG melibatkan Badan Gizi Nasional (BGN) bersama pemerintah daerah.
Kolaborasi ini diharapkan mampu memastikan kualitas menu, kebersihan, serta kelayakan makanan tetap terjaga secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Nor Alam, mengatakan, penyusunan SOP menjadi langkah strategis agar sekolah memiliki panduan jelas dalam melakukan pengawasan harian terhadap makanan MBG.
"Kami sedang menyusun SOP yang nantinya menjadi pegangan kepala sekolah dan guru dalam mengawasi menu MBG," ujarnya.
Baca juga: Satgas MBG Sampang Dorong Pengawasan Publik, Warga Diminta Aktif Laporkan Menu Tak Layak
"Tujuannya agar potensi keracunan bisa dicegah sedini mungkin," imbuhnya.
Menurutnya, SOP tersebut tidak hanya mengatur mekanisme pengawasan, tetapi juga prosedur pelaporan dan penanganan cepat jika ditemukan indikasi masalah pada makanan yang disalurkan.
"Saat ini masih dalam tahap pembahasan. Setelah rampung, SOP akan segera kami sosialisasikan ke sekolah-sekolah agar program MBG benar-benar aman dan memberi manfaat optimal bagi peserta didik,” pungkasnya.