Tahun 2026, SMAN 2 Lawe Sigala-gala Aceh Tenggara Fokuskan Dana BOS untuk TKA
February 05, 2026 06:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

TribunGayo.com, KUTACANE - Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Lawe Sigala-gala, Kabupaten Aceh Tenggara tahun ini fokuskan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pembelian buku paket dan buku panduan untuk Test Kemampuan Akademik (TKA) guna meningkatkan kualitas pendidikan.

Baca juga: Plt Kadisdik Aceh "Warning" Kepsek SMA/SMK Agar Transparan Kelola Dana BOS

Penjelasan Kepala SMAN 2 Lawe Sigala-gala

Kepala SMAN 2 Lawe Sigala-gala, Anwar mengatakan anggaran dana BOS tahun 2025 mereka gunakan transparansi sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) dan arahan Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh.

"Anggaran BOS tahun 2025 Rp 1.094.000.000 atau Rp 1 Miliar lebih. Proses pencairan untuk satu semester atau selama 6 bulan sebesar Rp 547 juta dan dana komite siswa Rp 50.000 per bulan per siswa. Jumlah siswa-siswi 680 orang," jelas Anwar.

Menurutnya, anggaran dana BOS tahun 2025 sebesar 20 persen digunakan untuk pembelian buku paket dan TKA.

Selain itu, dana BOS digunakan untuk gaji tenaga honorer, rehabilitasi ringan bangunan, mobiler (meja dan kursi siswa), kegiatan pembelajaran dan lainnya dan itu sesuai dengan prosedur.

"Karena, penggunaan anggaran BOS itu juga telah diperiksa secara internal oleh Inspektorat Aceh. Penggunaan dana BOS transparan dan telah sesuai dengan prosedur," ungkap Anwar.

Baca juga: Pengamat Minta Disdik Aceh Lakukan Mutasi Kepsek dan Audit Dana BOS di Aceh Tenggara

Jadi untuk tahun 2026 ini, lanjutnya, anggaran dana BOS digunakan 30 persen untuk pembelian buku paket dan buku TKA guna meningkatkan kualitas pendidikan sesuai dengan Visi dan Misi Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh menyiapkan generasi emas 2045.

GeRAK Aceh: Penggunaan Dana BOS Harus Transparan

Secara terpisah, Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, Askhalani SHI, memberikan apresiasi kepada SMAN 2 Lawe Sigala-gala yang menyatakan telah transparan dan sesuai dengan prosedur dalam penggunaan dana BOS.

Namun, GeRAK Aceh berharap untuk menumbuhkan rasa kepercayaan publik, meminta kepada aparat kepolisian Polres Aceh Tenggara untuk melakukan penyelidikan investigatif  secara menyeluruh terhadap penggunaan anggaran dana BOS maupun dana Komite tahun 2024/2025 di SMAN 2 Lawe Sigala-gala.

Ini penting untuk menunjukkan bahwa penggunaan dana BOS tidak ada permasalahan atau tidak terjadi dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dan pembiayaan dana BOS tersebut.

"Kita inginkan adanya transparansi ke publik dalam penggunaan dana BOS, jadi ini akan menjadi contoh bagi sekolah lain bahwa pengelolaan anggaran dana BOS SMAN 2 Lawe Sigala-gala  bersih dari indikasi penyimpangan," pungkas Askhalani.

Barisan Sepuluh Pemuda Aceh Tenggara: Pengawasan Penggunaan Dana BOS

Hal senada diungkapkan, Ketua Barisan Sepuluh Pemuda Aceh Tenggara, Dahrinsyah.

Menurutnya, anggaran dana BOS SMA/SMK harus pengelolaan transparan ke publik dan APH agar melakukan audit Investigatif terhadap penggunaan dana BOS tersebut dan pengawasan yang ketat dilakukan di jajaran Disdik Aceh.

"Ini sangat penting dilakukan agar tidak timbul berbagai persoalan yang akhirnya akan menjerat para pengelola dana BOS hingga ke meja hijau.

Dahrinsyah berharap kepada para Kepsek jajaran Disdik Aceh agar meningkatkan kualitas pendidikan dan SDM guna meningkatkan mutu pendidikan, apalagi kedepannya persaingan cukup ketat untuk memasuki PTN ," katanya. (*)

Baca juga: Soal Masih Ada Siswa tidak Mampu Membaca, Komisi D DPRK Aceh Tenggara Soroti Dana BOS

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.