INACRAFT 2026 Jadi Panggung Batik Pekalongan Menuju Pasar Global
February 05, 2026 07:54 PM

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Keikutsertaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pekalongan, dalam ajang INACRAFT 2026 menjadi momentum penting untuk mengangkat batik dan kriya unggulan daerah ke panggung internasional.

Pameran kriya terbesar di Asia Tenggara yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 4-8 Februari 2026, ini dimanfaatkan sebagai ajang promosi sekaligus perluasan jejaring pasar bagi pelaku UMKM Pekalongan.

Baca juga: Pengunjung Museum Batik Pekalongan Naik Signifikan Sepanjang 2025, Dominasi Masih Pelajar

Beragam produk khas ditampilkan dalam stan Dekranasda Kota Pekalongan, mulai dari batik tulis, batik cap, fesyen berbasis batik, hingga kriya kreatif turunan batik yang memadukan kearifan lokal dan inovasi desain modern.

Kehadiran produk-produk tersebut menarik perhatian pengunjung, termasuk pelaku bisnis dan pembeli dari berbagai daerah.

Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Inggit Soraya menyampaikan, bahwa partisipasi ini bukan sekadar ajang pameran, tetapi juga bentuk dukungan nyata untuk meningkatkan daya saing perajin dan pelaku UMKM.

"Alhamdulillah, tahun ini Dekranasda Kota Pekalongan kembali mengikuti INACRAFT. Kami membawa dua UKM binaan, yaitu Batik Semesta dan Maharani Craft, sebagai representasi kualitas dan kreativitas produk Pekalongan."

"Harapannya, UMKM kita semakin bersemangat berinovasi dan mampu menembus pasar dunia," ujarnya saat rilis yang diterima Tribunjateng.com, Kamis (5/2/2026).

Menurut Inggit, sinergi antara Dekranasda, Pemerintah Kota Pekalongan, dan para pelaku UMKM menjadi faktor penting dalam memperkuat identitas Pekalongan sebagai kota batik sekaligus pusat kriya kreatif.

Baca juga: Museum Batik Pekalongan Perluas Edukasi Pelajar Lewat Program Goes To School

Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid atau Aaf, menilai INACRAFT sebagai peluang strategis untuk memperluas promosi batik dan kriya Pekalongan.

Ia berharap, keikutsertaan ini mampu membuka akses pasar yang lebih luas dan meningkatkan nilai tambah produk perajin lokal.

"Ajang ini menjadi kesempatan besar, untuk memperkenalkan batik dan kriya Pekalongan kepada pasar nasional maupun internasional. Kami ingin, produk pengrajin lokal semakin dikenal, diminati, dan mampu bersaing secara global," tuturnya. (Dro)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.