Prediksi Harga Emas Hari Jumat 6 Februari 2026, Dari Level Rp2.956.000 per gram Bisa Naik Turun
February 05, 2026 09:05 PM

TRIBUNKALTENG.COM - Terbaru harga emas hari ini, Kamis, 5 Februari 2026, mengalami penurunan signifikan sebesar Rp17.000 per gram. 

Data terbaru dari laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam kini berada di level Rp2.956.000 per gram, turun dari harga sebelumnya yang sempat menyentuh angka Rp2.973.000. 

Baca juga: Investasi dan Harga Emas Kalteng, Kata Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Palangka Raya

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan, Rabu (4/2/2026), berada di Rp2.973.000 per gram.

Penurunan ini menandai koreksi setelah kenaikan besar Rp102.000 sehari sebelumnya.

Harga emas Antam sempat diperbarui 2 kali pada Kamis. Pembaruan pertama terjadi pada pagi hari dengan harga Rp2.956.000.

Pembaruan kedua16:46 WIB dengan harga Rp2.973.000. Perubahan ini menunjukkan volatilitas tinggi di pasar emas.

Harga buyback emas Antam juga ikut turun Rp17.000 per gram. Buyback kini berada di Rp 2.720.000 per gram.

Buyback adalah harga ditawarkan Antam jika konsumen menjual emas kembali.

Buyback sempat diperbarui dua kali pada Kamis. Pembaruan terakhir dilakukan pukul 17:41 WIB dengan harga Rp2.737.000.

Penurunan buyback menunjukkan adanya tekanan dari sisi permintaan jual.

Meski harga jual sempat naik sehari sebelumnya, buyback justru melemah. Kondisi ini mencerminkan pasar emas yang masih belum stabil.

Harga emas Antam berlaku di kantor Antam Pulo Gadung, Jakarta. Beberapa macam pecahan emas sempat tidak tersedia di laman resmi.

Pecahan 0,5 gram, harga tercatat Rp1.528.000. Pecahan 5 gram dijual Rp14.528.000.

Pecahan 10 gram dibanderol Rp29.055.000. Pecahan 50 gram dijual Rp144.945.000.

Pecahan besar 500 gram dibanderol Rp 1.448.320.000. Pecahan terbesar 1.000 gram dijual Rp 2.886.600.000.

Harga emas Antam meningkat seiring bertambahnya berat pecahan.  

PPN tidak dipungut sesuai PP No.49 Tahun 2022. Tarif PPh 22 sebesar 0,25 persen tetap berlaku sesuai PMK No.48 Tahun 2023.

Bukti potong PPh 22 akan diterbitkan oleh PT Antam Tbk sebagai penjual.

Penurunan harga hari ini terjadi setelah kemarin emas naik Rp102.000 per gram.

Kini harga kembali terkoreksi Rp17.000 per gram.

Berdasarkan situs logammulia.com, harga terkecil 0,5 gram berada di Rp1.528.000.

Pecahan 10 gram dijual Rp 29.055.000. Pecahan terbesar 1 kg dibanderol Rp2.896.600.000.  

Dalam sepekan terakhir, harga emas bergerak di rentang Rp2.844.000 hingga Rp3.168.000.

Dalam sebulan terakhir, harga berada di rentang Rp2.549.000 hingga Rp3.168.000.  

Tren ini menunjukkan volatilitas tinggi di pasar emas. Penurunan buyback menandakan adanya tekanan dari sisi permintaan jual.  

Pasar masih mencari keseimbangan setelah gejolak akhir Januari. Prediksi untuk Jumat (6/2/2026), harga emas Antam diperkirakan bergerak stabil.

Kecenderungan melemah tipis di kisaran Rp2.940.000 - Rp 2.960.000 per gram.

Sementara untuk harga buyback bertahan di sekitar Rp 2.720.000 - Rp 2.730.000.

Harga emas Antam per Kamis 5 Februari 2026:

Emas 0,5 gram: Rp1.528.000
Emas 1 gram: Rp2.956.000
Emas 2 gram: Rp5.852.000
Emas 3 gram: Rp8.753.000
Emas 5 gram: Rp14.555.000
Emas 10 gram: Rp29.055.000
Emas 25 gram: Rp72.512.000
Emas 50 gram: Rp144.945.000
Emas 100 gram: Rp289.812.000
Emas 250 gram: Rp724.265.000
Emas 500 gram: Rp1.448.320.000
Emas 1.000 gram: Rp2.886.600.000. 

Aturan Pajak Pembelian dan Penjualan Emas

Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34 Tahun 2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9 persen.

Namun, jika pembeli menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), tarif pajak menjadi lebih ringan yakni 0,25 persen, sebagaimana diatur dalam PMK Nomor 38 Tahun 2023.

Setiap pembelian emas akan disertai bukti potong PPh 22.

Untuk transaksi buyback atau penjualan kembali ke Antam dengan nilai di atas Rp 10 juta, berlaku PPh 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen bagi yang tidak memiliki NPWP. Pajak ini langsung dipotong dari total nilai buyback.

Cara Membeli Emas Antam Secara Online

Buka laman resmi www.logammulia.com

Masuk ke menu “Masuk/Daftar” di pojok kanan atas

Jika belum memiliki akun, lakukan registrasi terlebih dahulu

Pilih produk emas yang diinginkan dan tentukan lokasi pengambilan di butik emas terdekat

Masukkan produk ke keranjang dan lanjutkan ke proses pembayaran

Pilih metode pengiriman atau pengambilan di butik

Lakukan pembayaran melalui nomor virtual account (VA) yang tersedia

Transaksi selesai setelah pembayaran dikonfirmasi.

Kenaikan harga ini mencakup seluruh ukuran kepingan emas yang tersedia di gerai penjualan.

Antam melakukan pembaruan data harga secara rutin setiap hari untuk menjadi acuan transaksi konsumen.

Naik turunnya harga emas dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian di tengah masyarakat. Setelah terus merangkak naik sepanjang Januari 2026 dan bahkan menyentuh level di atas Rp3 juta per gram.

Namun kondisi tersebut ditegaskan bukan sebagai tanda krisis ekonomi. Akademisi Universitas Palangka Raya (UPR) menilai, pergerakan harga emas yang terjadi saat ini merupakan bagian dari mekanisme pasar yang wajar.

Pengamat ekonomi sekaligus dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Palangka Raya (UPR), Suherman Juhari mengatakan, secara teori pasar keuangan, setiap kenaikan harga yang terjadi secara tajam hampir selalu diikuti oleh fase penyesuaian harga.

“Secara ekonomi, penurunan harga emas setelah sempat berada di level tinggi merupakan hal yang sangat wajar. Dalam teori pasar keuangan, setiap kenaikan tajam atau bullish rally hampir selalu diikuti oleh fase ambil untung atau penyesuaian harga,” ujarnya kepada TribunKalteng.com, Kamis (5/2/2026).

Menurut Suherman, harga emas merupakan salah satu instrumen yang sangat sensitif terhadap berbagai sentimen global. Faktor seperti kebijakan suku bunga Amerika Serikat, pergerakan nilai dolar, hingga ketegangan geopolitik dunia kerap memengaruhi pergerakan harga emas dalam jangka pendek.

“Fenomena koreksi yang terjadi saat ini lebih kepada penyesuaian pasar, bukan sinyal krisis ekonomi. Meski demikian, masyarakat tetap perlu waspada karena kondisi global masih dinamis,” jelasnya.

Ia menambahkan, fluktuasi harga emas dalam jangka pendek tidak bisa dijadikan satu-satunya indikator untuk menilai kondisi perekonomian secara menyeluruh. Pergerakan harga yang naik dan turun dari hari ke hari merupakan hal yang lazim terjadi di pasar.

“Koreksi harga emas adalah bagian dari mekanisme pasar yang normal. Yang terpenting masyarakat tetap rasional dan memahami konteks pergerakan harga tersebut,” tegas Suherman.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat menyikapi perubahan harga emas dengan tenang dan tidak terburu-buru mengambil keputusan, terutama di tengah situasi ekonomi global yang masih berfluktuasi


(Tribunkalteng)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.