Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung memastikan kegiatan belajar-mengajar selama Ramadan tetap berjalan dengan penyesuaian teknis, sekaligus memberi ruang lebih besar bagi pembinaan nilai moral dan keagamaan siswa.
Kepala Disdikbud Lampung, Thomas Amirico, mengatakan meski petunjuk teknis dari pemerintah pusat tidak mengalami perubahan signifikan, sekolah-sekolah di Lampung akan menyesuaikan pola pembelajaran agar selaras dengan suasana Ramadan.
“Secara juknis tidak banyak berubah, tetapi Ramadan ini kita jadikan kesempatan untuk menekankan pembentukan karakter. Waktu pembelajaran memang disesuaikan, namun esensinya justru pada nilai yang ditanamkan,” ujar Thomas, Kamis (5/2/2026).
Selama Ramadan, durasi setiap mata pelajaran akan dikurangi sekitar 10 menit, sementara jam masuk sekolah diundur menjadi pukul 07.30 WIB. Penyesuaian ini rutin dilakukan setiap tahun guna menjaga kondisi fisik dan konsentrasi siswa yang menjalankan ibadah puasa.
Tak hanya itu, sekolah juga diminta mengakomodasi kegiatan keagamaan bagi seluruh siswa sesuai keyakinan masing-masing. Siswa muslim diarahkan mengikuti aktivitas keislaman, sementara siswa nonmuslim tetap menjalankan kegiatan keagamaan sesuai agamanya.
“Di sinilah nilai toleransi kita bangun. Semua siswa menjalankan ibadah sesuai kepercayaannya, dan itu menjadi pembelajaran sosial yang sangat penting,” jelasnya.
Thomas menegaskan, kebijakan tersebut sejalan dengan upaya membentuk lingkungan sekolah yang inklusif dan saling menghormati, terutama di bulan yang sarat nilai spiritual.
Ia berharap Ramadan dapat menjadi sarana bagi peserta didik untuk memperkuat hubungan dengan Tuhan sekaligus meningkatkan sikap disiplin, empati, dan moralitas.
“Ramadan ini kita harapkan anak-anak semakin dekat dengan Tuhan Yang Maha Kuasa dan membawa nilai-nilai kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.
Sementara itu, terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan, Disdikbud Lampung masih akan berkoordinasi dengan Satgas MBG. Salah satu opsi yang dibahas adalah kemungkinan penyesuaian bentuk atau waktu pemberian makanan bagi siswa yang berpuasa.
“Nanti akan kita diskusikan lebih lanjut. Prinsipnya, kita tetap menghormati ibadah puasa siswa,” pungkas Thomas.
( Tribunlampung.co.id )