TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA — Kondisi ketenagakerjaan di Kalimantan Tengah pada November 2025 menunjukkan dua arah yang berjalan bersamaan.
Di satu sisi, jumlah penduduk bekerja bertambah dan angka pengangguran menurun.
Baca juga: Ketua KPU Kalteng Sastriadi Diperiksa Kejati, Soal Dugaan Korupsi Hibah Pilkada Kotim 2024
Namun di sisi lain, struktur tenaga kerja daerah ini masih didominasi oleh pekerja berpendidikan rendah dan sebagian belum bekerja dengan jam kerja penuh.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah, jumlah penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) pada November 2025 tercatat mencapai sekitar 2,1 juta orang.
Diketahui, angka tersebut meningkat sekitar 7,99 ribu orang dibandingkan Agustus 2025.
Statistisi Ahli Madya Tim Statistik Sosial BPS Kalimantan Tengah, Endah Kurniawati menjelaskan, dari jumlah penduduk usia kerja tersebut, sebagian besar telah masuk ke pasar kerja.
“Jumlah penduduk bekerja di Kalimantan Tengah pada November 2025 tercatat sebanyak 1,48 juta orang,” ujar Endah, Kamis (5/2/2026).
Meski demikian, Endah menegaskan bahwa tidak seluruh angkatan kerja terserap sepenuhnya.
“Pada November 2025, jumlah pengangguran tercatat sebanyak 51,09 ribu orang,” katanya.
Walaupun, angka tersebut menurun sekitar 7,53 ribu orang dibandingkan Agustus 2025.
Dari sisi kualitas tenaga kerja, data BPS menunjukkan bahwa struktur pendidikan penduduk bekerja di Kalimantan Tengah masih didominasi oleh lulusan pendidikan dasar.
“Sebanyak 31,60 persen penduduk bekerja berpendidikan Sekolah Dasar atau sederajat,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi ini menggambarkan bahwa basis tenaga kerja berpendidikan rendah masih cukup kuat di pasar kerja Kalimantan Tengah.
Sementara itu, jika dilihat dari status pekerjaan utama, sebagian besar penduduk bekerja berstatus sebagai buruh, karyawan, atau pegawai.
“Pada November 2025, penduduk bekerja dengan status buruh, karyawan, atau pegawai mencapai 47,91 persen,” ungkapnya.
Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun penyerapan tenaga kerja mengalami peningkatan dan angka pengangguran menurun, tantangan ketenagakerjaan di Kalimantan Tengah masih berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia dan struktur pekerjaan yang belum sepenuhnya stabil.
(Iqbal/tribunkalteng)