TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Tak hanya wilayah Kabupaten Bogor, wilayah Kota Bogor juga ditemukan jalan berlubang di jalan raya.
Pantauan TribunnewsBogor.com, Kamis (5/2/2026), jalan berlubang di Kota Bogor sedikit agak berbeda di banding di Jalan Raya Kemang Parung dan Jalan Raya Parung, Kabupaten Bogor.
Sebab lubang jalan berbahaya di Kota Bogor lebih tersebar lokasi titiknya dibanding jalan berlubang di Jalan Raya Kemang, Kabupaten Bogor.
Dalam setiap beberapa kilometer, baru ditemukan jalan berlubang.
Itu pun terpantau tak semuanya berupa lubang yang cukup dalam dan berbahaya bagi pemotor.
Seperti beberapa titik lubang jalan di Jalan Otista, Kecamatan Bogor Tengah, namun baru-baru ini lubang jalan di kawasan itu sudah ditambal aspal.
Kemudian ada lagi beberapa titik jalan berlubang di Jalan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah yang hanya beberapa titik di suatu area.
Sejauh beberapa kilometer di sekitarnya, kondisi Jalan Paledang mulus tak lagi ditemukan lubang jalan.
Jalan berlubang baru ditemukan di Jalan Raya Gunung Batu, Kecamatan Bogor Barat.
Selain itu, ditemukan pula jalan berlubang di Jalan Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara dekat talang.
Beberapa kilometer dari sana ditemukan lagi jalan berlubang di KS Tubun kawasan Simpang Warung Jambu.
Terpantau, beberapa lubang-lubang jalan ini, kondisinya cukup dalam dan berbahaya.
Apalagi posisinya berada di antara sepanjang jalan yang kondisinya mulus.
Seperti lubang jalan di KS Tubun dekat Simpang Warung Jambu.
Andi, salah satu warga sekitar mengatakan bahwa di titik jalan berlubang tersebut dia tak pernah melihat adanya pengendara motor yang terjatuh.
Namun pengendara motor yang terkejut mendapati adanya lubang jalan yang agak dalam saat melintas pernah terjadi.
"Yang jatuh mah saya belum lihat, paling yang kaget pas lewat," kata Andi kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (5/2/2026).
Dia menjelaskan bahwa sejumlah pengendara motor yang kaget saat melintasi jalan berlubang ini adalah pemotor dari arah Warung Jambu yang mengarah ke simpang Tol BORR.
Pengendara kaget karena ketika memacu kecepatan melintasi jalan mulus, tiba-tiba mendapati lubang jalan cukup dalam tepat di depannya.
"Kaget terus langsung ngehindar. Ada yang sampai barang-barangnya jatoh, handphone-nya jatoh," katanya.
Meskipun pengendaranya itu selamat, namun ini pasti tetap menyakitkan, apalagi jika ponsel yang jatuh terlempar ke aspal merupakan ponsel mahal.
Momen itu pun, kata Andi, juga terjadi di waktu siang hari.
"Kejadiannya siang-siang, pas lagi rame" katanya.
Kata dia, ketika arus kendaraan sedang ramai, dari jauh pemotor tak akan melihat ada lubang di depannya karena terhalang, apalagi jika di depannya merupakan kendaraan mobil.
Ketika laju motor sudah mendekati lubang, si pemotor baru sadar ada kerusakan jalan, seketika kaget buru-buru menghindar.
Pengendara harus hati-hati ketika melintasi jalan seperti, bisa diantisipasi jika pemotor mengurangi kecepatan dan terus menjaga jarak dengan kendaraan di depannya.