Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Ciamis menggelar rangkaian kegiatan tasyakur bin nikmah dalam rangka peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-103 Hijriyah dan 100 tahun Masehi, sekaligus juga meresmikan bangunan dapur SPPG dan pembangunan Kampus 3 Ponpes Miftahul Ulum Bangunsirna, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Barat, pengurus PCNU Ciamis, tokoh agama, serta unsur pemerintah daerah.
Ketua PCNU Kabupaten Ciamis, KH Arief Ismail Chowas, mengatakan rangkaian kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan peran NU dalam pengabdian keumatan, kebangsaan, dan kemasyarakatan, khususnya di usia satu abad NU.
“Tasyakur bin nikmah ini bukan sekadar peringatan harlah, tetapi juga tabarukan atas hadirnya program-program strategis NU, termasuk peresmian Dapur MBG PBNU yang dititipkan di Kabupaten Ciamis,” ujar KH Arief Ismail Chowas.
Menurutnya, kehadiran perwakilan PBNU, serta Ketua PWNU Jawa Barat, KH Juhadi Muhamad menjadi penegasan bahwa PCNU Ciamis mendapat amanah besar dalam mendukung program nasional MBG melalui NU.
Baca juga: 12 Kecamatan di Kabupaten Ciamis Jadi Sasaran KKN Institut Nahdlatul Ulama
Baca juga: Ini Prediksi Hari Raya Idul Fitri 2024 Versi Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan Pemerintah
KH Arief menjelaskan, pembangunan kawasan Kampus 3 Pondok Pesantren Miftahul Ulum dirancang berbasis sinergi antara pendidikan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.
“Kawasan ini kami bagi menjadi tiga. Pertama kawasan perekonomian, karena ekonomi adalah bagian penting dalam membangun umat. Islam tidak boleh identik dengan kemiskinan, umat harus kuat dan mandiri secara ekonomi,” katanya.
Ia menambahkan, NU sebagai organisasi keagamaan memiliki tanggung jawab untuk melahirkan umat yang unggul dalam berbagai aspek kehidupan, baik keagamaan, sosial, maupun ekonomi.
Selain itu, Muskercab III PCNU Ciamis digelar sebagai bagian dari evaluasi dan penyisiran program kerja lima tahunan yang belum terselesaikan.
“Muskercab ini menjadi pertanggungjawaban kami secara organisasi dan pribadi sebagai pengurus NU di akhir masa khidmah lima tahun,” ucapnya.
Terkait program Makan Bergizi Gratis, KH Arief menyebut PCNU Ciamis menyesuaikan kebijakan pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) yang dikoordinasikan dengan PBNU.
Untuk tahap awal, dapur MBG yang hari ini diresmikan menargetkan sekitar 2.500 penerima manfaat.
“Dapur MBG ini sebagai sumbangsih NU membantu pemerintah dalam penguatan gizi dan kesehatan masyarakat. Masyarakat yang kuat harus ditopang dengan gizi yang baik,” jelasnya.
Ia menyebut, selain dapur resmi PBNU yang diamanahkan kepada PCNU, di Kabupaten Ciamis telah berjalan sedikitnya tujuh dapur MBG yang dikelola dan dikoordinasikan oleh NU, dengan sasaran pesantren dan masyarakat umum.
Sementara itu, Ketua PWNU Jawa Barat, Juhadi mengapresiasi pelaksanaan Muskercab, peringatan harlah, serta integrasi program pendidikan dan pemberdayaan ekonomi yang dilakukan PCNU Ciamis.
“Kami melihat ini sebagai model yang baik, terintegrasi antara pendidikan, perekonomian, dan pemberdayaan masyarakat. Amanah NU yang diemban PCNU Ciamis mudah-mudahan bisa dijaga dan dikembangkan,” ujarnya.
Ia menilai pembangunan Kampus 3 dan peresmian dapur MBG menjadi simbol kuat kemitraan NU dengan pemerintah dan masyarakat dalam mendukung program yang membawa kemaslahatan.
“Program MBG sangat baik, tidak hanya meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga menyerap tenaga kerja dan menggerakkan ekonomi lokal, dari petani sayur, buah-buahan, hingga peternak,” katanya.
PWNU Jawa Barat berharap PCNU Ciamis terus istiqamah menjalankan peran NU dalam menjaga akidah umat, memperkuat komitmen kebangsaan, serta mengurusi umat dalam berbagai aspek kehidupan. (*)