Presiden Prabowo Subianto melantik Adies Kadier sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) dan Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan, Kamis (5/2/2026).
Pengamat Politik Citra Institute Efriza menilai, tidak ada yang salah secara prosedur.
Juda yang sebelumnya menjadi Deputi Gubernur BI menggantikan posisi Thomas sebagai Wamenkeu, begitu pula sebaliknya.
Menurut Efriza, praktik tukar guling ini semata-mata demi mewujudkan target pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi menjadi 8 persen.
Namun, ia menyoroti proses pemilihan Adies Kadir di DPR yang dianggap sarat akan kepentingan.
Pasalnya, Adies merupakan politisi yang memiliki rekam jejak bermasalah.
"Adies Kadir ini bermasalah kemudian ia juga menerima penonaktifan sementara," kata Efriza dalam wawancara bersama Tribunnews pada Kamis (5/2/2026).
Efriza khawatir hal ini akan memengaruhi independensi MK ke depan, khususnya ketika memutus perkara soal pemilu.
Ia pun beranggapan bahwa DPR tidak belajar dari kasus sebelumnya yang mana hakim MK dari politisi juga bermasalah.
"Unsur dari DPR ini bermasalah," pungkasnya.