Pelatih John Herdman Ikut Berikan Sentuhan Khusus ke Jersey Anyar Timnas Indonesia
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
TRIBUNNEW.COM, JAKARTA – Jersey Tim Nasional Indonesia yang diproduksi Kelme mendapat sentuhan langsung dari pelatih kepala John Herdman.
Masukan dari sang pelatih menjadi bagian penting dalam proses pengembangan jersey, khususnya terkait kenyamanan dan kebutuhan teknis pemain di lapangan.
CEO Kelme Indonesia, Kevin Wijaya, mengungkapkan bahwa John Herdman terlibat aktif memberikan masukan sejak tahap pengembangan hingga penentuan produksi akhir.
Baca juga: Bocoran dari CEO Kelme Soal Waktu Peluncuran Jersey Anyar Timnas Indonesia
"Dalam proses pengembangan produk, kami juga melibatkan masukan dari tim pelatih. Coach John (Herdman) memberikan banyak umpan balik terkait bagaimana jersey akan digunakan oleh pemain yang bergerak sangat dinamis. Fokus utamanya adalah kenyamanan, sirkulasi udara, dan kemampuan bahan untuk menguapkan keringat dengan cepat,” ujar Kevin dalam program Obrolan Newsroom Kompas.com, Menara Kompas, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Masukan tersebut tidak berhenti pada tahap awal, melainkan terus diperhatikan hingga proses akhir produksi.
“Masukan tersebut kami dengarkan hingga tahap akhir, mulai dari final sample sampai produksi final. Perspektif pelatih sangat penting karena mereka memahami kebutuhan pemain di lapangan,” sambungnya.
Kelme menilai keterlibatan pelatih kepala menjadi faktor krusial agar jersey tidak hanya tampil menarik secara visual, tetapi juga mendukung performa pemain selama pertandingan.
Di sisi lain, Kevin menegaskan bahwa persepsi kenyamanan jersey, termasuk soal panas atau tidaknya bahan, kerap bersifat subjektif bagi setiap orang.
“Kalau bicara soal panas atau tidaknya jersey, itu sebenarnya cukup subjektif. Setiap orang punya toleransi yang berbeda terhadap suhu. Ada yang merasa panas di suhu Jakarta, tapi mungkin di daerah lain suhunya berbeda. Jadi memang sulit untuk menentukan satu standar yang benar-benar sama untuk semua orang,” terangnya.
Meski demikian, Kelme berupaya menjaga keseimbangan antara kualitas dan harga agar tetap terjangkau bagi masyarakat.
Menurutnya harga yang terjangkau, teknologi yang dibutuhkan tetap bisa memenuhi kebutuhan pemakai, khususnya untuk kategori replika atau edisi suporter. Untuk player issue, tentu teknologinya lebih lengkap karena digunakan langsung untuk bertanding=
“Terkait rentang harga, sebenarnya sudah ada perencanaannya. Namun untuk saat ini, kami belum bisa membahas detailnya. Termasuk jumlah tier harga, itu juga belum bisa diungkapkan.”
Selain fokus pada produk, Kelme juga menaruh perhatian pada maraknya peredaran jersey tiruan di pasar Indonesia.
Ia menyadari bahwa pasar jersey di Indonesia juga menghadapi tantangan peredaran produk tiruan atau KW. Ini adalah masalah yang hampir dihadapi semua merek.
Namun kondisi tersebut justru dipandang sebagai indikator tingginya minat masyarakat.
“Namun kami melihat ini sebagai tantangan yang positif. Artinya, merek ini diminati dan memiliki permintaan yang tinggi. Meski begitu, kami tetap ingin menghargai bahwa ini adalah sebuah karya dan hasil dari kemitraan resmi,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, Kelme menyiapkan sistem autentikasi pada setiap produk resmi.
“Langkah pertama yang kami lakukan adalah menyiapkan teknologi autentikasi. Setiap produk resmi akan memiliki sistem keaslian yang bisa dicek oleh konsumen, mulai dari pemindaian kode, scratch code, hingga sistem verifikasi lainnya. Dengan begitu, konsumen bisa merasa lebih aman dan nyaman saat membeli produk,” pungkasnya.
Peluncuran Jersey TImnas Indonesia buatkan Kelme rencana akan diperkenalkan pada bulan Maret atau sebelum pertandingan FIFA series yang bergulir pada 23-31 Maret 2026.