TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana berkomitmen memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
Tak hanya fokus pada peningkatan produksi pangan, Mas Dhito juga mendorong lahirnya petani muda melalui percepatan modernisasi pertanian di Kabupaten Kediri.
Sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026, Pemerintah Kabupaten Kediri telah menyalurkan puluhan alat dan mesin pertanian (alsintan) ke berbagai kelompok tani.
Langkah ini menjadi strategi untuk meningkatkan efisiensi pertanian sekaligus menjawab tantangan regenerasi petani yang selama ini didominasi usia lanjut.
Mas Dhito mengungkapkan, hingga awal 2026 sebanyak 72 unit alsintan telah diserahkan kepada petani dan kelompok tani di sejumlah wilayah. Penyaluran tersebut tetap dilakukan meski pemerintah daerah harus melakukan penyesuaian anggaran.
"Penguatan sektor pertanian tetap menjadi prioritas. Kita ingin produktivitas naik dan petani semakin dimudahkan dalam proses tanam hingga panen," kata Mas Dhito usai acara tasyakuran swasembada Pangan di halaman Pemkab Kediri, Kamis (5/2/2026) siang.
Memasuki tahun 2026, Pemkab Kediri menargetkan penyaluran tambahan alsintan sebanyak 150 hingga 190 unit.
Jumlah tersebut bersifat fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan riil petani di lapangan berdasarkan usulan kelompok tani dan kondisi wilayah.
"Yang paling banyak dibutuhkan petani saat ini adalah traktor roda empat dan traktor roda dua, terutama untuk mendukung kegiatan pertanian," ungkapnya.
Baca juga: Jelang Lawan Dewa United, Dua Legiun Asing Baru Persik Kediri Tancap Gas di Latihan
Mas Dhito menjelaskan, Kabupaten Kediri secara rutin menjalankan program bongkar ratoon pada lahan pertanian tebu seluas sekitar 7.000 hektare setiap tahun.
Program ini membutuhkan dukungan alsintan agar proses pengolahan lahan dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.
Selain meningkatkan produktivitas, Mas Dhito menekankan bahwa mekanisasi pertanian juga menjadi pintu masuk regenerasi petani. Dengan teknologi yang lebih modern, sektor pertanian diharapkan semakin menarik bagi generasi muda.
"Harapan kami sederhana. Produksi panen meningkat, dan ke depan petani tidak lagi didominasi usia di atas 50 tahun, tapi mulai bergeser ke usia 40 tahun ke bawah," jelasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kediri, Sukadi, menjelaskan bahwa penyaluran alsintan dilakukan melalui mekanisme pengajuan dari kelompok tani yang diverifikasi secara teknis.
Penilaian meliputi luas lahan, jenis komoditas, hingga kesiapan sumber daya manusia dalam mengoperasikan alat.
"Bantuan alsintan kami salurkan berbasis kebutuhan. Kelompok tani harus siap secara kelembagaan dan memiliki operator, sehingga alat benar-benar dimanfaatkan secara optimal," kata Sukadi.
Sukadi, menjelaskan bahwa penyaluran alat dan mesin pertanian dilakukan secara bertahap dan berbasis kebutuhan kelompok tani di lapangan.
"Pada tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Kediri menyalurkan bantuan alsintan berupa 51 unit traktor roda empat, 19 unit traktor roda dua, 11 unit combine harvester, 6 unit pompa air, serta 11 unit hand sprayer," ujar Sukadi.
Menurutnya, bantuan tersebut diberikan kepada kelompok tani, gapoktan, serta taruna tani penerima yang telah melalui proses verifikasi dan pendampingan penyuluh pertanian. Tujuannya agar pemanfaatan alsintan benar-benar efektif dan berkelanjutan.
"Alsintan ini kami dorong untuk dikelola secara kelompok, dirawat bersama dan dimanfaatkan untuk menekan biaya produksi serta mempercepat proses olah tanah dan panen," jelasnya.
Selain alsintan, Sukadi menyampaikan bahwa Pemkab Kediri juga memberikan dukungan melalui bantuan benih padi.
Sepanjang tahun 2025, bantuan benih padi yang disalurkan mencapai 75 ton atau setara dengan luasan lahan 3.000 hektare.
"Pada awal tahun 2026, kami kembali menyalurkan 73 ton benih padi yang diperuntukkan bagi lahan seluas 2.922 hektare," jelas Sukadi.
Sukadi menambahkan, dukungan prasarana pertanian juga diperkuat melalui pembangunan irigasi air tanah dangkal.
Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 301 unit irigasi tanah dangkal terbangun dari berbagai sumber pendanaan, mulai APBD II, APBN, Dana Desa, hingga CSR perusahaan.
"Semua bantuan ini kami arahkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung regenerasi petani. Harapannya, pengelolaan alsintan ke depan bisa lebih banyak melibatkan petani muda," pungkasnya.
(Isya Anshori/TribunMataraman.com)
Editor : Sri Wahyunik