Manajemen Persiku Kudus Geram dengan Ulah Oknum Suporter, Ini Penyebabnya
February 05, 2026 11:14 PM

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pertandingan Persiku Kudus VS Persipura Jayapura di Stadion Wergu Wetan pada Jumat (30/1/2026) tercoreng karena ulah oknum suporter. Dalam pertandingan tersebut terdapat oknum suporter yang melontarkan kata-kata diskriminatif terhadap pemain Persipura. Alhasil Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi terhadap Persiku Kudus.

Akun resmi Persiku Kudus mengunggah keputusan hasil sidang Komdis PSSI. Ada tiga poin keputusan, pertama yaitu sanksi dilarang menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sebanyak satu pertandingan saat menjadi tuan rumah sejak keputusan ini diterbitkan dan berlaku pada pertandingan terdekat. Kedua yaitu denda sebesar Rp 250 juta, dan ketiga yaitu pengulangan terhadap pelanggaran di atas akan berakibat terhadap hukuman yang lebih berat.

Selain itu, dalam unggahan lainnya di akun resmi Persiku tampak seluruh pemain dan ofisial melakukan permintaan maaf atas ulah oknum suporter yang melakukan tindakan tidak terpuji tersebut.

Baca juga: Jelang Putaran Ketiga, Target Persiku Asal Tidak Degradasi

Baca juga: Persiku Kudus Takluk 1-2 di Kandang, Tim Mutiara Hitam Duduki Posisi Pertama Klasemen

Merespons hal tersebut, Direktur PT Relasi Sport Muria Indonesia (Persiku) Abdul Fuad Amirul Adha menyayangkan ulah oknum suporter yang melalukan tindakan tidak terpuji. Peristiwa itu diketahuinya setelah pertandingan berakhir dari sebuah unggahan di media sosial.

"Soalnya kemarin waktu di lapangan, nonton sebelahan sama Persipura tidak ada masalah selama di tribun. Setelah pertandingan ada upload-an seperti itu memang tidak pantas. Sehingga kami kena denda lumayan," kata Amirul kepada Tribunjateng.com melalui sambungan telepon, Kamis (5/2/2026).

Atas ulah oknum suporter tersebut, Amirul merasa geram. Dia tidak melarang suporter pecinta Persiku untuk menyaksikan pertandingan klub kesayangannya saat main di kandang. Namun kalau akhirnya melakukan tindakan tidak terpuji berupa ujaran diskriminatif atau rasis, kata Amirul mending tidak usah nonton sekalian.

Atas keputusan sanksi yang dijatuhkan kepada Persiku, Amirul berencana akan melakukan banding. Untuk banding ini, katanya, ada dua kemungkinan hasil yang didapat yaitu tetap membayar denda sebesar Rp 250 juta atau tidak ada suporter selama laga kandang dalam putaran ketiga Championship 2025/2026. Pada putaran ketiga, Persiku kemungkinan akan mendapatkan empat laga kandang dan lima laga tandang.

Peristiwa tersebut harusnya menjadi pelajaran berharga bagi Persiku Kudus maupun suporternya. Untuk itu Amirul menitip pesan kepada setiap suporter, bahwa rasisme itu merugikan dan merusak. Termasuk merugikan finansial tim.

"Rasisme juga merusak reputasi suporter. Rasisme juga melukai kemanusiaan. Kita ada di dunia ini dengan darah yang sama berwarna merah. Jadilah suporter yang cerdas. Boleh dukung tim dengan lantang tetapi bermartabat. Jika kamu mencintai klub ini jaga lisan dan sikap kamu," kata Amirul. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.