Jelang Ramadan dan Idulfitri, Satgas Pangan Kaltara Pastikan Stok Aman dan Harga Beras Stabil
February 05, 2026 11:14 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Menjelang bulan suci Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri, Tim Satgas Pangan yang terdiri dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara, Perum Bulog hingga Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara memastikan ketersediaan bahan pangan khususnya beras dalam kondisi aman dengan harga yang masih terjangkau bagi masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Kepala DPKP Kaltara, Heri Rudiono saat ditemui usai melakukan sosialisasi dan pengecekan bahan pangan di lapangan.

Menurutnya langkah ini dilakukan untuk memastikan panen berjalan aman, stok mencukupi, dan harga tetap stabil di pasaran.

Tim Satgas Pangan menyasar beberapa toko sembako di pasar induk hingga toko ritel di Tanjung Selor, Bulungan, Kaltara.

"Prinsipnya kita ingin memastikan posisi aman, baik dari sisi ketersediaan maupun harga. Tadi kami turun langsung, melakukan pengecekan ke pedagang dan distributor, termasuk beras dan telur," kata Heri, Kamis (5/2/2026).

Dari hasil pemantauan, harga beras di pasaran saat ini masih relatif stabil, berada di kisaran Rp16.000 hingga Rp17.000 per kilogram.

Satgas Pangan tidak menemukan adanya kenaikan signifikan menjelang Ramadan.

"Harga masih stabil, tidak ada kenaikan. Ini yang kami pastikan langsung di lapangan, baik di pengecer maupun distributor," jelasnya.

Baca juga: Sidak di Pasar Induk Tanjung Selor, Satgas Pangan Temukan Harga Beras Medium dan Premium di Atas HET

Dibandingkan dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah pusat, Heri mengatakan harga beras di sejumlah wilayah memang masih berada di atas HET.

Namun demikian, harga tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan tidak memberatkan masyarakat.

"Kalau mengikuti HET nasional, memang di daerah tertentu masih di atas. Tapi yang terpenting tidak memberatkan konsumen. Petani tetap senang karena hasil produksinya terserap, pedagang juga tetap berjalan," sebutnya.

Satgas Pangan juga akan segera menggelar pertemuan dengan para distributor beras untuk membahas kemungkinan penyesuaian harga agar lebih terjangkau, tanpa merugikan pelaku usaha maupun petani.

"Kami akan kumpulkan lagi distributor beras untuk diskusi. Apakah harga masih bisa diturunkan atau disesuaikan, tentu dengan mempertimbangkan kondisi stok dan distribusi," paparnya.

Untuk ketersediaan stok, Satgas Pangan memastikan pasokan beras masih aman.

Kebutuhan beras diperkirakan sekitar 5.000 ton, dan stok yang ada masih mencukupi, termasuk dengan adanya tambahan pasokan yang sedang dalam proses distribusi.

"Stok masih aman. Dari data yang kami terima, distribusi masih berjalan, ada tambahan pasokan yang akan masuk," pungkasnya.

(*)

Penulis : Desi Kartika Ayu

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.