TRIBUNGAYO.COM - Bencana longsor dan banjir bandang yang melanda sejumlah kabupaten di Provinsi Aceh masih menyimpan duka bagi korban.
Banjir bandang yang terjadi akhir November 2026 membawa kayu gelondongan dan lumpur yang merendam rumah penduduk.
Hingga saat ini, masih banyak rumah warga yang tertimbun lumpur yang sudah mulai mengeras.
Satu diantaranya di Kabupaten Aceh Tamiang. Masyarakat belum bisa kembali ke rumahnya masing-masing karena masih dipenuhi lumpur banjir.
Dalam mengatasi hal tersebut, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Tamiang, Syuibun Anwar, menyatakan warga yang terlibat dalam program pembersihan lumpur diberi upah Rp 125.000 per hari.
Program yang disebut cash for work (CFW) ini diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum RI dengan melibatkan tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Mereka akan membersihkan saluran yang tertimbun banjir dan perkantoran pemerintah di Kabupaten Aceh Tamiang.
"Saya belum menerima laporan dari PT Wika Persero yang merekrut warga berapa banyak yang mendaftar, tapi yang jelas ratusan orang.
Mereka dilibatkan dalam proyek yang dikerjakan oleh tiga BUMN dan Ditjen Cipta Karya," ucap Syuibun per telepon, Kamis (5/2/2026).
Dia menyebutkan, pelibatan warga korban banjir dalam sejumlah pengerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi telah berlangsung di kabupaten itu.
Umumnya merekrut tenaga kerja di masing-masing lokasi pembangunan.
"Misalnya lokasi pembangunan hunian sementara di desa A, maka pekerjanya sedapat mungkin diambil dari desa itu.
Jika kurang jumlahnya, bisa merekrut warga dari desa lain,” tuturnya.
Dia menyebutkan pembersihan lumpur dan rehabilitasi area kantor Bupati Aceh Tamiang juga menggunakan tenaga kerja dari masyarakat korban banjir.
"Setahu saya sudah ditutup pendaftarannya karena sesuai kebutuhan pekerja saja yang direkrut," ucapnya.
Untuk tahap pertama dilakukan untuk membersihkan saluran yang tertimbun lumpur di seluruh desa dalam kabupaten itu.
Tahap berikutnya pembersihan lumpur di area perkantoran.
"Skema ini mendukung pemulihan pendapatan ekonomi masyarakat korban banjir.
Mereka dilibatkan dan diberi penghasilan yang memadai," kata Staf Ahli Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Yunus, dalam siaran pers, Rabu (4/2/2026).
Tenaga kerja yang dilibatkan berasal dari warga di masing-masing desa lokasi yang dibersihkan atau warga setempat. (*)
Baca juga: Pemerintah Salurkan Santunan Duka kepada 33 Ahli Waris Korban Banjir Bandang di Bener Meriah
Baca juga: Polres Bener Meriah dan Brimob Bersihkan Material Banjir Bandang di TPA Lampahan Timur
Baca juga: Kapolda Aceh Antar Bantuan Kasur untuk Korban Banjir Bandang di Ketambe