SURYA.CO.ID , SURABAYA - Bali United akan menjamu Persebaya Surabaya pada pekan ke-20 Super League 2025/2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (7/2/2026).
Laga ini menjadi ujian penting bagi Serdadu Tridatu yang ingin bangkit setelah hasil minor melawan Persik Kediri, sementara Bajol Ijo datang dengan rekor 12 laga tak terkalahkan.
Saat ini Bali United tertahan di posisi ke-8 klasemen dengan 28 poin dari 19 pertandingan.
Mereka mencatat 7 kemenangan, 7 hasil imbang, dan 5 kekalahan.
Tim besutan Johnny Jansen terpaut empat poin dari Persebaya yang menempati posisi ke-5 dengan 32 poin.
Statistik menunjukkan inkonsistensi Bali United dalam lima laga terakhir, dengan 2 kemenangan, 2 hasil imbang, dan 1 kekalahan.
Sebaliknya, Persebaya tampil lebih konsisten di bawah Bernardo Tavares dengan 4 kemenangan beruntun dan 1 hasil imbang.
Baca juga: Prediksi Skor Bali United vs Persebaya Surabaya, Menjaga Tren Tanpa Kekalahan
Bali United akan bertanding dengan ambisi besar memperbaiki posisi klasemen.
Bermain di kandang, mereka berharap dukungan penuh suporter bisa menjadi energi tambahan.
Pelatih Johnny Jansen menegaskan pentingnya fokus dan disiplin.
“Kami harus belajar dari kesalahan melawan Persik. Tidak boleh ada kelengahan,” ujarnya.
Skuad Bali United masih kehilangan Brandon Wilson yang absen panjang karena cedera.
Kehilangan ini membuat lini tengah harus diisi dengan kombinasi baru.
Johnny Jansen kemungkinan menurunkan Diego Campos, Thijmen Goppel, dan Boris Kopitovic di lini depan.
Ketiganya diharapkan memberi ancaman nyata bagi pertahanan Persebaya.
Di lini tengah, opsi menurunkan Mirza Mustavic atau Teppei Yachida terbuka.
Mereka akan ditopang Kadek Agung dan Tim Receveur sebagai gelandang transisi.
Pertahanan Bali United juga menjadi sorotan.
Joao Ferrari, Kadek Arel, Ricky Fajrin, serta Made Andhika Wijaya atau Rizky Dwi Febrianto diproyeksikan menjaga gawang Mike Hauptmeijer.
Baca juga: Persebaya Surabaya Incar 3 Poin di Kandang Bali United demi Ambisi Papan Atas
Dalam lima pertemuan terakhir melawan Persebaya, Bali United unggul dengan 4 kemenangan.
Namun, kekalahan 2-5 pada Agustus 2025 menjadi peringatan keras.
Persiapan tim dilakukan intensif di Bali United Training Center (BUTC) Pantai Purnama.
Klub memanfaatkan waktu 9 hari untuk menggodok taktik.
“Persiapan dimatangkan, demi hasil maksimal di lapangan,” tulis akun resmi Bali United.
Johnny Jansen menekankan pentingnya menjaga konsistensi sepanjang 90 menit. “Kami harus kompak dan disiplin,” katanya.
Kehadiran pemain asing baru juga memberi harapan.
Suporter Bali United menanti kebangkitan tim. Atmosfer Dipta diyakini bisa memberi tekanan besar bagi Persebaya.
Meski menghadapi lawan tangguh, Bali United tetap percaya diri. Target tiga poin menjadi harga mati.
Baca juga: Toni Firmansyah Kian Matang, Siap Isi Posisi Milos di Persebaya
Persebaya datang ke Bali dengan kondisi pincang. Lima pemain absen, termasuk Milos Raickovic dan Bruno Moreira yang terkena akumulasi kartu.
Meski begitu, Bernardo Tavares tetap optimistis.
“Kami harus bekerja keras dan tetap percaya diri. Semua pemain harus siap,” ujarnya.
Rekor 12 laga tak terkalahkan menjadi modal penting.
Persebaya tampil konsisten meski kehilangan sejumlah pilar.
Skuad Bajol Ijo baru saja melepas enam pemain di putaran pertama, termasuk Dejan Tumbas dan Diego Mauricio. Sebagai gantinya, mereka mendatangkan empat pemain asing baru: Bruno Paraiba, Jefferson Silva, Pedro Matos, dan Gustavo Fernandes.
Selain itu, Persebaya juga menambah dua pemain lokal: Adre Arido sebagai kiper dan Riyan Ardiansyah di sektor sayap.
Pedro Matos dan Jefferson Silva diharapkan memberi dampak langsung. Keduanya bisa menjadi solusi di lini serang.
Malik Risaldi berpotensi dimainkan sebagai striker darurat. Kecepatan dan determinasi menjadi senjata utamanya.
Persebaya juga mengandalkan organisasi permainan yang stabil. Mereka terbiasa menghadapi tekanan dengan disiplin bertahan.
Dukungan Bonek dan Bonita tetap terasa meski bermain tandang. Loyalitas suporter menjadi energi tambahan.
Absennya pemain kunci memberi kesempatan bagi pemain muda. Momentum ini bisa menjadi ajang pembuktian.
Tavares menekankan pentingnya adaptasi cepat bagi pemain baru. “Kami tidak punya banyak waktu, semua harus segera menyatu,” katanya.
Meski pincang, Persebaya tetap berbahaya. Mereka terbiasa mencetak gol melalui skema serangan balik.
Atmosfer laga tandang tidak membuat gentar. Persebaya sudah terbiasa menghadapi tekanan suporter lawan.
Dengan kondisi ini, Persebaya tetap optimistis menjaga momentum. Hasil imbang bisa menjadi target realistis.