Tiga Hari Melawan Karhutla di Benayah Siak, Api Bawah Tanah Susah Ditaklukkan
February 06, 2026 12:29 AM

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di kampung Benayah, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak, akhirnya berhasil dipadamkan setelah tiga hari upaya intensif. Karakter lahan gambut membuat api tidak mudah ditaklukkan, karena sebagian besar menjalar di bawah permukaan tanah.

Tim gabungan yang terdiri atas Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak, Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT Arara Abadi, BPBD, TNI–Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta warga setempat, berjibaku sejak laporan awal diterima pada awal pekan.

Kepala Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak, Ihsan Abdillah, mengatakan kebakaran terjadi di lahan bervegetasi semak belukar dengan jenis tanah gambut dan fungsi kawasan areal penggunaan lain (APL). Total luas lahan terbakar tercatat sekitar 1,5 hektare.

“Pemadaman membutuhkan waktu tiga hari karena tipe kebakaran merupakan kebakaran bawah. Api tidak hanya berada di permukaan, tetapi merambat di lapisan gambut,” ujar Ihsan kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (5/2/2026).

Pada hari pertama, upaya pemadaman difokuskan untuk membatasi penyebaran api. Vegetasi kering dan struktur gambut yang mudah terbakar membuat potensi perluasan cukup tinggi jika tidak segera dikendalikan.

Hari kedua, pemadaman dilakukan lebih intensif dengan memaksimalkan sumber air dari parit di sekitar lokasi. Air dipompa menggunakan mesin pompa jinjing dan dialirkan melalui puluhan selang untuk menjangkau titik-titik api bawah.

“Kami memastikan setiap titik panas disiram hingga ke lapisan bawah tanah. Jika hanya di permukaan, api berpotensi muncul kembali,” jelas Ihsan.

Memasuki hari ketiga, Kamis ini, tim melakukan pendinginan menyeluruh. Penyisiran ulang dilakukan untuk memastikan tidak ada bara tersisa. Cuaca relatif mendukung, dengan kondisi pagi berawan, siang cerah, dan angin berkisar 7 kilometer per jam.

Sebanyak 11 personel Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak diterjunkan langsung ke lokasi. Sejumlah peralatan pemadam digunakan, antara lain kendaraan operasional, pompa jinjing, mesin ZS Power, serta selang berbagai ukuran.

Sore harinya, api dinyatakan tuntas dipadamkan dengan total luas area yang berhasil ditangani mencapai sekitar 1,5 hektare. Selanjutnya, lokasi diserahkan kepada pihak kampung untuk pemantauan lanjutan guna mencegah kebakaran ulang.

Ihsan mengatakan semua pihak menjaga kewaspadaan bersama, terutama di wilayah bergambut yang rawan Karhutla. 

“Pengawasan pascapemadaman sangat penting agar bara tidak kembali menyala,” ujarnya.

(tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.