Timnas Futsal Indonesia Lawan Iran di Final Piala Asia Futsal 2026, Hector Souto: Trofi Harus Diraih
February 06, 2026 01:35 AM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, tampak sumringah saat masuk ruang konferensi pers usai skuad Garuda menaklukkan Jepang dengan skor 5-3 pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026, Kamis (5/2/2026).

Kemenangan tersebut memastikan Indonesia melangkah ke partai final untuk menghadapi raja futsal Asia, Iran, yang dikenal sebagai pemilik rekor juara terbanyak Piala Asia.

Dalam sesi konferensi pers, Hector Souto menjawab seluruh pertanyaan awak media.

Baca juga: Timnas Futsal Indonesia Lolos Final Piala Asia Futsal 2026, Hector Souto: Tim Saya Membuat Sejarah

Saat pertanyaan terakhir, jurnalis asal Uzbekistan meragukan peluang Indonesia saat menghadapi Iran.

Jurnalis tersebut menilai Iran yang telah 13 kali menjuarai Piala Asia akan terlalu tangguh, terlebih memiliki keunggulan fisik dan teknik para pemainnya.

Menanggapi hal tersebut, Hector memberikan jawaban tegas.

Baca juga: Timnas Futsal Indonesia Melaju ke Final Piala Asia Futsal 2026 setelah Taklukkan Jepang

"Saya akan menjawab dengan caramu bertanya, menurutmu trofi sudah pasti milik Iran?" kata Hector.

Pelatih asal Spanyol itu menegaskan, gelar juara tidak ditentukan oleh reputasi, melainkan hasil di lapangan.

“Bagi saya, trofi harus diraih melalui pertandingan, kalau mereka menang, kami akan mengucapkan selama, tapi kalau kami yang menang, kami akan sangat senang dan itu membuktikan bahwa kami juga tim kuat," ujarnya.

Baca juga: Ribuan Suporter Padati Indonesia Arena Senayan Jakarta, Optimistis Timnas Futsal Singkirkan Jepang

Hector Souto lalu mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan jurnalis tersebut.

Momen tersebut membuat ruang konferensi pers riuh karena gelak tawa jurnalis lainnya.

Beberapa Pemain Indonesia Cedera

Terkait kondisi pemain, Hector mengungkapkan beberapa pemain Indonesia mengalami cedera dan kelelahan.

Namun, situasi tersebut menurutnya merupakan hal yang wajar dalam kompetisi dengan intensitas tinggi.

"Beberapa pemain kami cedera, ini normal dalam turnamen, kami bermain selama 50 menit dan mengalami kram,” kata Hector.

Waktu istirahat Indonesia juga lebih singkat dibandingkan Iran.

Namun ia optimistis tim pelatih mampu memaksimalkan pemulihan pemain.

"Waktu recovery kami lebih pendek karena Iran bermain lebih awal, tapi kami punya staf yang sangat baik, kami akan memaksimalkan 48 jam ke depan untuk recovery," kata Hector.

Dukungan penuh suporter di Indonesia Arena juga menjadi faktor penting bagi kepercayaan diri tim.

"Dengan stadion yang penuh dan dukungan fans, saya optimistis kami bisa bersaing di final," ucapnya.

Hector mengakui performa tim sudah sangat baik, namun masih ada ruang untuk peningkatan.

Fokus utama jelang final adalah pemulihan fisik.

“Kami ingin bermain lebih baik dari hari ini, paling penting sekarang adalah recovery, terapi maksimal, nutrisi yang baik, tidur delapan jam malam hari dan dua jam siang hari," katanya.

"Setelah itu, kami siap berkompetisi di final," ucap Hector.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.