Kerangka Manusia di Rumah Lama Tak Berpenghuni Gegerkan Warga Sleman, Ada Motor dan Helm Berdebu
February 06, 2026 02:32 AM

TRIBUNSUMSEL.COM, SLEMAN - Penemuan kerangka manusia di rumah lama tak berpenghuni gegerkan warga di Nogotirto, Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Tak hanya ditemukan kerangka manusia, juga ditemukan sepeda motor lengkap dengan helmnya yang sudah berdebu.

Kepala Seksi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun, menjelaskan penemuan kerangka manusia itu bermula ketika pemilik rumah berinisial SRS (60) bersama anaknya, FS (21), mendatangi rumah di sebuah perumahan di Nogotirto. 

Keduanya datang pada Selasa (3/2/2025) sekitar pukul 15.30 WIB dengan maksud membersihkan rumah yang telah lama tidak ditempati. 

“Setelah pintu rumah berhasil dibuka, pelapor mendapati kondisi rumah tidak berpenghuni dalam waktu lama dan menemukan sebuah sepeda motor serta helm dalam keadaan berdebu,” ujar Salamun, Kamis (5/2/2026). 

Baca juga: Jam Tangan Buat Keluarga Yakin Kerangka Manusia di Banyuasin Adalah Christina, Jadi Korban Rampok

Ajak Ketua RT Mengecek 

Merasa curiga dengan keberadaan sepeda motor dan helm tersebut, SRS dan anaknya kemudian menghubungi Ketua RT setempat berinisial HA (71) serta seorang saksi lainnya, SI (28). 

Mereka kemudian bersama-sama melakukan pengecekan ke dalam rumah. 

“Saat dilakukan pengecekan di lantai atas rumah, para saksi menemukan kerangka manusia di depan pintu kamar tidur,” kata Salamun. 

Temuan tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Gamping. 

Petugas Polsek Gamping bersama piket fungsi dan Tim Inafis Polresta Sleman segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). 

Setelah pemeriksaan awal, kerangka manusia tersebut dievakuasi ke RS Bhayangkara. 

Identitas Masih Diidentifikasi 

Salamun menyebutkan, identitas korban hingga kini masih dalam proses identifikasi forensik melalui pemeriksaan odontologi forensik dan DNA. 

“Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tulang belulang yang diperiksa,” ujarnya. 

Polresta Sleman masih melakukan pendalaman dengan memeriksa saksi-saksi dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memastikan identitas serta penyebab kematian korban. 

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak berspekulasi. 

“Percayakan sepenuhnya proses penanganan perkara ini kepada pihak kepolisian,” kata Salamun.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.