Pontianak Siap Sambut Cap Go Meh 2026, 3.000 Lampion hingga Naga Terpanjang 118 Meter Tampil
February 06, 2026 03:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ribuan lampion dan puluhan naga akan menghiasi perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Kota Pontianak. 

Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kota Pontianak memastikan rangkaian kegiatan telah dipersiapkan secara matang dengan mengedepankan nilai keharmonisan dan toleransi.

Ketua MABT Kota Pontianak, Hendry Pangestu Lim, mengatakan panitia menyiapkan sekitar 3.000 lampion dan 2.000 ketupat yang akan dipasang di sejumlah ruas jalan, termasuk Jalan Diponegoro. 

Pemasangan lampion dan ketupat dilakukan bersamaan karena rangkaian Cap Go Meh tahun ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan.

"Lampion dan ketupat kita satukan sebagai simbol keharmonisan. Ini menunjukkan bahwa Kota Pontianak adalah kota yang menjunjung toleransi dan aman untuk dikunjungi," ujar Hendry saat diwawancara pada Rabu, 4 Februari 2026.

Selain dekorasi lampion, perayaan Cap Go Meh juga akan dimeriahkan dengan penampilan sebanyak 48 ekor naga. 

Baca juga: Kasus Perundungan Anak Jadi Perhatian, Pemkot Pontianak Perkuat Koordinasi

Salah satu yang menjadi perhatian adalah naga terpanjang sepanjang 118 meter yang berasal dari Mandiri, Kabupaten Kubu Raya.

"Untuk tahun ini, naga hanya melintas tanpa atraksi di depan panggung. Hal ini kita lakukan untuk menyesuaikan waktu agar tidak terlalu larut malam," jelas Hendry. 

Rangkaian kegiatan Cap Go Meh Kota Pontianak diawali dengan festival kuliner dan promosi yang digelar di sepanjang Jalan Diponegoro mulai 25 Februari hingga 3 Maret 2026. 

Festival tersebut melibatkan sekitar 60 stan UMKM serta lebih dari 200 pedagang kaki lima (PKL) di kawasan sekitar lokasi acara.

Agenda sakral Naga Buka Mata dijadwalkan berlangsung pada 1 Maret 2026 pukul 05.30 WIB di Klenteng Kwang Tie Bio, Jalan Diponegoro. 

Sementara itu, puncak perayaan Cap Go Meh akan digelar pada 3 Maret 2026 melalui karnaval naga bersinar.

Karnaval naga akan dimulai setelah salat tarawih, sekitar pukul 21.00 WIB, dan dilanjutkan dengan hiburan di panggung utama hingga pukul 23.00 WIB. 

Penyesuaian jadwal dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa.

Lebih lanjut, MABT kembali menegaskan tidak menghadirkan atraksi tatung di Kota Pontianak. 

Sejak 2018, tradisi tatung difokuskan di Kota Singkawang, sementara Pontianak menonjolkan atraksi naga. (*)

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.