TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Menteri Pariwisata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana hadiri Korve Aksi Bersih Sampah di Pantai Kedonganan, Badung pada, Jumat 6 Februari 2026. Pada saat diwawancarai, Widiyanti mengatakan upaya bersama menjaga kebersihan destinasi wisata merupakan kewajibab semua pihak di Bali.
“Terlebih Bali adalah satu permata pariwisata Indonesia. Citra pariwisata Indonesia di mata dunia sangat lekat dengan Bali,” jelasnya.
Baca juga: Mayoritas SPPG di Buleleng Kantongi Sertifikat Kebersihan, Sanitasi dan Keamanan Pangan
Lebih lanjutnya ia mengatakan, berbagai lapisan masyarakat di Bali hidup oleh pariwisata dengan sektor yang saling terhubung dari petani, nelayan, pelaku UMKM, pekerja hotel dan restoran, pekerja seni dan pengrajin, hingga pemandu wisata. Karena itu kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama.
“Kami dapat surat dari Wamen LH untuk mengimbau hotel, restoran dan cafe (horeka) agar kelola sampah nya sendiri. Jadi kami sudah bersurat pada industri horeka untuk dapat mengolah sampahnya sendiri sesuai dengan peraturan berlaku dari Menteri LH semoga mereka bisa tertib,” imbuhnya.
Baca juga: Pertama Kali dalam Sejarah, Pembangunan Infrastruktur di Nusa Penida Capai Rp200 Miliar
Widiyanti juga membeberkan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah agar pemgambilan sampah tepat waktu. Diakuinya, viral Pantai di Bali kotor berdampak pada wisatawan yang berkunjung ke Bali hingga 30 persen.
“Melalui gerakan bersih dan gerakan Indonesia asri, aman, sehat, resik, dan indah, kebersihan didorong menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan hanya kegiatan sesaat saja. Karena pariwisata yang berkualitas hanya bisa tumbuh di lingkungan yang bersih dan terawat. Setelah ini mari kita turun bersama membersihkan pantai,” sambungnya.
Menpar juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia atas inisiatif dan koordinasi kegiatan bersih-bersih di Pantai. Kegiatan bersih-bersih di Pantai melibatkan kolaborasi lintas sektor yang kuat. Dari pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten/Kota setempat. Juga akademisi yang hadir dari Politeknik Pariwisata Bali, Universitas Udayana, Universitas Pendidikan Nasional,Universitas Marwadewa, dan Institusi Bisnis dan Teknologi Indonesia. Turut hadir asosiasi dan komunitas, antara lain PHRI Bali, Social Project Bali, Komunitas Mayama Bali, Bandung Hero, Trash Warrior Bali, serta Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air.
“Untuk itu kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah turun langsung bekerja bersama menjaga kebersihan Bali hari ini. Sejalan dengan alahan Presiden Republik Indonesia, persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama. Ini bukan tugas satu pihak, melainkan kerja kolektif seluruh elemen masyarakat. Mari kita jaga Bali, mari jaga pariwisata Indonesia, mari jaga masa depan kita bersama. Terima kasih atas semangat dan partisipasi Bapak-Ibu semua. Selamat melakukan aksi bersih pantai,” tutupnya.