TRIBUNJOGJA.COM, PEKANBARU - Perburuan liar masih menjadi ancaman nyata bagi kelestarian Gajah Sumatera atau Elephas maximus sumatranus.
Di tengah maraknya kasus perambahan hutan yang menjadi habitat gajah Sumatera, hingga saat ini perburuan satwa yang dilindungi tersebut masih saja terus terjadi.
Terbaru, seekor gajah Sumatera ditemukan mati mengenaskan di areal konsesi PT RAPP Distrik Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau.
Saat pertama kali ditemukan, bangkai gajah tersebut sudah mulai membusuk dengan kepala sudah terpotong.
Kasus kematian gajah ini mendapatkan perhatian serius dari kepolisian, Polisi Kehutanan, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dan pihak RAPP.
Saat ini kasus penemuan bangkai gajah itu masih diselidiki oleh aparat.
Dikutip dari Kompas.com, Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara mengatakan bangkai gajah itu pertama kali ditemukan oleh warga bernama Winarno pada Senin (2/2/2026) malam.
Saat itu saksi yang melintas di sekitar lokasi kejadian mencium bau busuk dari dalam hutan.
Merasa penasaran, Winarno kemudian mencoba untuk menelusuri sumber bau busuk tersebut.
Tak berselang lama, saksi melihat ada bangkai gajah yang sudah mulai membusuk.
Temuan itu kemudian dilaporkan ke petugas keamanan perusahaan dan diteruskan ke pihak terkait.
ke petugas keamanan perusahaan.
John menyatakan, penyelidikan masih terus berjalan untuk mengungkap pelaku yang bertanggung jawab atas kematian gajah tersebut.
"Kami akan terus melakukan upaya untuk melindungi satwa liar yang ada di wilayah kami," kata John, Jumat (6/2/2026).
Setelah mendapatkan laporan adanya temuan bangkai gajah, kata John, pihaknya bersama Bidang Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Riau, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau, Polisi Kehutanan, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dan pihak RAPP langsung menuju ke lokasi kejadian.
"Kami masih menyelidiki penyebab kematian gajah ini. Gajah ditemukan dengan kondisi kepala terpotong dan posisinya duduk," kata John.
Tim Labfor Polda Riau telah mengambil sampel tanah di sekitar lokasi gajah mati untuk diuji.
Baca juga: Yamaha Gebrak Maksimal di Panggung IIMS 2026, Pamerkan Model Terbaru Hingga Tebar Promos Istimewa
Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) adalah subspesies gajah Asia yang hidup di Pulau Sumatra.
Ukurannya lebih kecil dibandingkan gajah Afrika, dengan kulit berwarna abu-abu kecokelatan dan telinga yang relatif kecil.
Gajah ini merupakan hewan herbivora yang memakan rumput, daun, buah, dan kulit kayu.
Selain itu, Gajah Sumatera memiliki peran penting dalam ekosistem hutan karena membantu menyebarkan biji-bijian dari tumbuhan yang dimakannya.
Saat ini, Gajah Sumatera termasuk satwa yang terancam punah dengan status kritis.
Ancaman utama terhadap kelangsungan hidupnya adalah kerusakan habitat akibat pembukaan hutan, konflik dengan manusia, serta perburuan liar.
Untuk melindungi Gajah Sumatera, berbagai upaya pelestarian dilakukan seperti pembentukan kawasan konservasi, patroli perlindungan satwa, dan edukasi kepada masyarakat agar dapat hidup berdampingan dengan satwa liar.