TRIBUNJOGJA.COM- Setelah “Ordinary”, Alex Warren kembali menegaskan momentumnya lewat single “Eternity” dari album You’ll Be Alright, Kid.
Tahun ini namanya ikut merangsek ke nominasi Best New Artist di Grammy Awards 2026, tanda bahwa ini bukan sekadar hype sesaat.
Dirilis pada 2025, “Eternity” telah diputar sekitar 49 juta kali per bulan di Spotify.
Dengan durasi 3 menit 10 detik, “Eternity” mengangkat tema kehilangan dan kerinduan pada sosok istimewa.
Aransemen gitar yang lembut, ditopang backing vokal halus, menciptakan suasana hening yang intens. Alex menyampaikan pesannya secara jujur dan langsung, tanpa drama berlebihan, justru itu yang membuat emosinya terasa.
Penasaran bagaimana Alex mengunkapkan pesan melalui “Eternity”
Ini dia lirik dan terjemahan Bahasa Indonesia Lagu Eternity karya Alex Warren.
Hear the clock ticking on the wall
(Dengarkan jam berdetak di dinding)
Losing sleep losing track of the tears I cry
(Kehilangan tidur, kehilangan jejak air mata yang kau tangisi)
Every drop is a waterfall
(Setiap tetes adalah air terjun)
Every breath is a break in the riptide
(Setiap nafas adalah jeda dalam arus deras)
Oh, how long, has it been?
(Oh, sudah berpa lama?)
I don’t know
(Aku tidak tahu)
But it feels like an eternity
(Tapi ini rasanya seperti selamanya)
Since I had you here with me
(Sejak aku memiliki disini bersamaku)
Since I had to learn to be
(Karena aku harus belajar menjadi)
Someone you don't know
(Seseorang yang tidak kau kenal)
Baca juga: Lirik dan Terjemahan Lagu Dylan Gossett Beneath Oak Trees, Folk Barat Terepik
To be with you in paradise
(Untuk bersamamu di surga)
What I wouldn’t sacrifice
(Apa yang tidak akan aku korbankan)
Why’d you have to chase the light
(Kenapa kau harus mengejar cahaya?)
Somewhere I can’t go
(Suatu tempat yang tak bisa aku kunjungi)
As I walk this world alone
(Saat aku berjalan sendirian di dunia ini)
As I walk this world alone
(Saat aku berjalan sendirian di dunia ini)
Another glimpse of what coulda been
(Sekilas lagi tentang apa yang mungkin terjadi)
Another dream of the way that it never was
(Mimpi lain, cara lain yang tak pernah terjadi)
Falling back in the wilderness
(Jatuh kembali ke alam liar)
Waking up rubbing salt in the cut
(Bangun tidur, menggosok garam pada luka)
Oh, how long, has it been?
(Oh, sudah berapa lama?)
I don’t know
(Aku tidak tahu)
But it feels like an eternity
(Tapi ini rasanya seperti selamanya)
Since I had you here with me
(Sejak aku memiliki disini bersamaku)
Since I had to learn to be
(Karena aku harus belajar menjadi)
Someone you don't know
(Seseorang yang tidak kau kenal)
To be with you in paradise
(Untuk bersamamu di surga)
What I wouldn’t sacrifice
(Apa yang tidak akan aku korbankan)
Why’d you have to chase the light
(Kenapa kau harus mengejar cahaya?)
Somewhere I can’t go
(Suatu tempat yang tak bisa aku kunjungi)
As I walk this world alone
(Saat aku berjalan sendirian di dunia ini)
As I walk this world alone
(Saat aku berjalan sendirian di dunia ini)
It’s an endless night
(Ini malam yang tak berujung)
It’s a starless sky
(Ini langit tanpa bintang)
It’s a hell that I call home
(Ini adalah neraka yang aku sebut rumah)
It’s a long goodbye on the other side
(Ini adalah perpisahan yang panjang di sisi lain)
Of the only life I know
(Dari satu-satunya kehidupan yang aku tahu)
But it feels like an eternity
Tapi ini rasanya seperti selamanya)
Since I had you here with me
(Sejak aku memiliki disini bersamaku)
Since I had to learn to be
(Karena aku harus belajar menjadi)
Someone you don't know
(Seseorang yang tidak kau kenal)
To be with you in paradise
(Untuk bersamamu di surga)
What I wouldn’t sacrifice
(Apa yang tidak akan aku korbankan)
Why’d you have to chase the light
(Kenapa kau harus mengejar cahaya?)
Somewhere I can’t go
(Suatu tempat yang tak bisa aku kunjungi)
As I walk this world alone
(Saat aku berjalan sendirian di dunia ini)
As I walk this world alone
(Saat aku berjalan sendirian di dunia ini)
(MG Erlysta Nafa Azhary)